Citizen Reporter

Integrated Farming System Fakultas Pertanian Unibos Akan Berbasis Agrowisata

Saat ini di lahan sudah ada beberapa tanaman buah dan sayuran juga beberapa jenis ternak dan unggas yang memang langka di daerah ini.

Penulis: CitizenReporter | Editor: Hasrul
handover
Kunjungan Ketua Yayasan Aksa Mahmud Hj Melinda Aksa bersama sivitas akademika FP Unibos. 

Citizen Reporter, Humas Universitas Bosowa, Putri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR --Setelah mengembangkan terobosan baru dalam laboratorium terpadu, kini Fakultas Pertanian Universitas Bosowa (Unibos) akan kembali merintis pengembangan sistem pertanian organik berbasis agrowisata. Hal ini dikemukakan Dekan Fakultas Pertanian Unibos, Kamis (27/7/2017).

Pengembangan sistem pertanian organik terpadu ini akan dilakukan dengan memberdayakan lahan seluas 36 Ha yang akan dikerjasamakan dengan Bosowa Agro di daerah Pallangga, Gowa.

Baca: Mahasiswa Psikologi Unibos Belajar Tangani Anak Berkebutuhan Khusus

Awal akan dikembangkannya praktik lapangan mahasiswa menuju Agrowisata ini dilakukan dengan kunjungan Ketua Yayasan Aksa Mahmud Hj Melinda Aksa bersama civitas akademika FP Unibos kembali melirik potensi lahan untuk dijadikan sarana praktek lapangan mahasiswa juga sebagai wisata edukasi bagi masyarakat setempat.

“Saat ini di lahan sudah ada beberapa tanaman buah dan sayuran juga beberapa jenis ternak dan unggas yang memang langka di daerah ini. Sehingga yang dibutuhkan kedepannya adalah pengembangan dari segi perikanan yang lebih berkonsep ikan air tawar dan selanjutnya pengembangan dari segi kemampuan mahasiswa dalam hal penanganan hasil panen dan pemasaran produk menuju kewirausahaan”," ungkap Dr Syarifuddin SPt MP.

Baca: Teliti Performa Larva Kepiting Bakau, Dosen Pertanian Unibos Raih Gelar Doktor di PPs Unhas

Dekan FP Unibos juga menjelaskan jika lokasi tersebut akan digunakan sebagai lahan praktek utama mahasiswa, selanjutnya juga akan dikemas dengan memasukan berbagai macam komoditi dan dijadikan sebagai objek wisata atau kunjungan para siswa, mahasiswa hingga masyarakat yang ingin belajar tentang pengolahan sistem pertanian terpadu.

Termasuk mulai dari proses pembibitan, pemeliharaan, panen, dan produksi hasil untuk dipasarkan.

“Hal ini akan sangat bermanfaat tidak hanya mahasiswa untuk belajar tetapi juga masyarakat setempat dapat memahami proses dalam dunia pertanian, peternakan, perikanan dll. Selain itu juga pengembangan agrowisata ini akan dilakukan sebab melihat kondisi daerah yang memang masih alami," tambah Dekan FP Unibos.

Baca: Achmad Helmy, Ketua BEM Pertama FK Unibos

Selanjutnya hal ini didukung oleh Ketua Yayasan Aksa Mahmud yang berharap rencana pengembangan ini dapat memberikan nilai positif bagi civitas akademika FP Unibos dan masyarakat.

“Jika rencana ini dikembangkan sekiranya kebutuhan praktek dosen dan mahasiswa bisa terpenuhi secara maksimal dan juga selain menjadi tempat wisata edukasi, akan menjadi inkubator kewirausahaan sebagai polah ilmiah pokok Unibos. Kedepannya untuk lebih berbaur dengar masyarakat, akan kita bentuk pasar hidup. Jadi masyarakat dengan mudah memenuhi kebutuhan pangan dari hasil olahan mahasiswa," tutur Hj Melinda Aksa.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved