Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Modus Baru Dugaan Penipuan, Ibu Ini Beli 1 Mistar Rp 206 Ribu di Toko ATK Ternama

Selalulah cermat dalam setiap bertransaksi walaupun itu dijalankan menggunakan sistem komputerisasi.

Tayang:
Editor: Edi Sumardi
KOMPASIANA.COM
Ilustrasi 

TRIBUN-TIMUR.COM - Selalulah cermat dalam setiap bertransaksi walaupun itu dijalankan menggunakan sistem komputerisasi.

Tak ada jaminan jika sistemnya demikian bakalan bebas dari segara unsur kecurangan, penipuan, maupun tindakan lain yang merugikan konsumen.

Lihatlah apa yang terjadi pada pemilik akun Rachmatiah Tahang pada Facebook seusai membeli tas dan alat tulis jelang tahun ajaran baru pada sekolah, di sebuah toko ATK ternama di Makassar, Sulawesi Selatan.

Pada Rabu (12/7/2017) siang, Rachmatiah datang berbelanja di toko tersebut.

Sekitar pukul 11:00 Wita, dia membayar 13 jenis barang belanjaannya di kasir melalui cara tunai senilai total Rp 636 ribu.

Usai belanja, dia pun kembali ke rumahnya untuk istirahat.

Sambil istirahat, dia memeriksa kembali struk belanjaannya satu demi satu sebab merasa ada yang aneh.

Awalnya, Rachmatiah tak menyangka jika bakal membayar belanjaan senilai lebih dari Rp 0,6 juta sebab barang termahal dia beli ada tas ransel seharga Rp 160.500.

Cek per cek, ternyata ada satu item barang yang di-mark-up harganya berkali-kali lipat hingga menjadi Rp 206 ribu.

Barang tersebut kemudian langsung dikomplain Rahmatiah kepada kasir.

Setelah dicek melaui kasir, ternyata barang tersebut adalah sebuah mistar.

Kasir kemudian meminta maaf dan selisih uang Rahmatiah dikembalikan.

Selengkapnya, berikut tulisan Rahmatiah yang di-posting sejak Jumat (14/7/2017) atau dua hari setelah transaksi.

"Maaf, saya mau cerita pengalaman dua hari yg lalu, saat berbelanja perlengkapan sekolah anak2 di sebuah toko di kotaku....Saat di kasir, saya membayar sebanyak Rp 636.000.....Dalam hati saya sempat heran, kok banyak sekali yg harus saya bayar ? padahal hanya belanja bbrp pak buku, pulpen, penghapus, mistar dan sebuah tas sekolah....Tapi saya bayar juga....karena sy membawa uang sebanyak itu.....Saya tak sempat bertanya ke kasir, sebab sgt banyak org yg antri di tempat itu. Toko itu tak pernah sepi dari pelanggan....Setelah pulang ke rumah sholat dan istirahat sebentar, sy tiba2 teringat dgn struk pembelanjaanku tadi....saya memeriksa satu persatu dgn label harganya.....ternyata ada satu barang seharga Rp 206.000 tapi saya tdk tahu yg mana barangnya.....Lalu saya ke toko tsb utk bertanya, barang apakah ini yg seharga Rp 206.000 ? Bukan saya yg ambil...dan barangnya tdk ada dalam kantongan saya..."

"ata kasirnya, ibu bawa kesini semua barang tadi...nanti kita scan ulang....Lalu sy tlp anak saya agar mengantarkan barang2 tsb ke toko....Dan setelah di scan ulang, ternyata msitar itu yg berharga Rp 206.000......Kasirnya minta maaf dan uang saya dikembalikan. Alhamdulillah..."

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved