Penerimaan Siswa Baru 2017
Warga Makassar Ramai-ramai SMS None Terkait PPDB Online
Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan baru saja selesai ditandai dengan pengumuman kelulusan
Penulis: Muh. Hasim Arfah | Editor: Suryana Anas
Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasim Arfah
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan baru saja selesai ditandai dengan pengumuman kelulusan, Senin (10/7/2017) lalu.
Dari rilis resmi Dinas Pendidikan Pemprov Sulsel, beragam respon positif terlontar dari berbagai pihak masuk ke pesan singkat Irman Yasin Limpo, Kepala Dinas Pendidikan Pemprov Sulsel.
Orangtua siswa adalah pihak yang paling merasakan dampak positif dari penyelenggaraan PPDB online 2017.
Mereka yang anaknya tidak lulus pun, meski kecewa, tetap memberikan apresiasi dan angkat jempol buat keteguhan Disdik Sulsel menjalankan juknis PPDB secara online dan ketat.
Orangtua siswa, Diza, warga Makassar beralamat di Jl. Tidung 3, awalnya mengaku kecewa karena anaknya tidak lulus di tiga sekolah pilihan anaknya.
“Tapi meski kecewa, saya tetap dapat berlega hati karena mengetahui anak saya tidak lolos karena memang tidak memenuhi kriteria. Yang lalu (penerimaan tahun-tahun sebelumnya) kita kecewa anak tidak lolos karena ada ‘permainan’ oleh pihak tertentu,” katanya.
Sementara itu, orangtua siswa lainnya, H. Iwan Asaad (warga Kota Parepare), mengapresiasi sekaligus tetap memberi catatan kritis terhadap pelaksanaan PPDB online oleh Disdik Sulsel.
Putra Iwan berhasil lolos di SMAN pilihannya melalui PPDB online.
Awalnya, ia sempat bertanya-tanya apakah nantinya tidak akan terjadi kecurangan dalam penentuan kelulusan calon peserta didik.
Setelah yakin dengan mekanisme yang diterapkan dengan membaca beberapa referensi, ia yakin bobot yang anaknya miliki mampu bersaing untuk lolos.
“Menurut saya PPDB online ini baik dan bahkan saya merasa inilah salah satu solusi di dunia pendidikan terkait dengan pemerataan kesempatan mengikuti pendidikan dengan menyandingkan aspek prestasi siswa dan instrumen lainnya,” kata Iwan yang juga adalah Kepala Bappeda Pemkot Parepare.
Ia menganggap pelaksanaan PPDB online memiliki ukuran yang jelas dan tegas di mana seluruh pihak bisa mengetahui secara terbuka mengapa calon peserta didik tidak lulus atau lulus.
“Program dan metode ini kan memang baru, namun menjadi kewajiban bagi pemerintah untuk memperbaikinya setiap saat bila timbul keluhan-keluhan sehingga program ini semakin sempurna ke depannya.
Tak hanya orangtua siswa yang mengaku senang, para kepala sekolah juga mengaku senang dengan mekanisme ini sebab mereka terlindungi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/non2s_20170704_233907.jpg)