Mahasiswa UNM Temukan Solusi Pencegahan Kanker dari Limbah

Sehingga berangkat dari hal tersebut mereka berinisiatif membuat smoke liquid atau asap cair yang mempunyai efek anti karsinogenik pada produk pangan.

Penulis: Hasrul | Editor: Anita Kusuma Wardana
HANDOVER
Mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) berinisiatif membuat smoke liquid atau asap cair yang mempunyai efek anti karsinogenik pada produk pangan. 

Laporan Wartawan Tribun Timur Hasrul

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR --Mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) berinisiatif membuat smoke liquid atau asap cair yang mempunyai efek anti karsinogenik pada produk pangan.

Mereka adalah Khairil Asnan Haedar (Biologi), Nurul Ilmi (Kimia), Dirfan Zabrian (Fisika), dan Nurliza Prihatmi (Kimia) yang merupakan mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) UNM.

Penelitian yang mereka lakukan mendapat bantuan dari Kemenristek Dikti berupa hibah Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2017 dan dibimbing oleh Dr Mohammad Wijaya MS Si MSi.

Penelitian tersebut berangkat dari penyakit kanker yang merupakan salah satu penyebab kematian di dunia, dimana gejala penyakit ini baru terasa pada stadium lanjut sehingga lambat untuk ditangani.

Perilaku dan pola makan menjadi faktor terbesar penyakit ini. Cemaran zat karsinogen yang terdapat pada makanan menjadi penyebabnya.

Sehingga berangkat dari hal tersebut mereka berinisiatif membuat smoke liquid atau asap cair yang mempunyai efek anti karsinogenik pada produk pangan.

“Ketika diaplikasikan pada produk pangan, asap cair akan bertindak sebagai senyawa anti karsinogenik sehingga mengurangi resiko kanker,” ungkap Khairil selaku ketua tim peneliti melalui rilisnya, Selasa (11/7/2017).

Teknik pembuatan asap cair dilakukan dengan menggunakan teknologi pirolisis, kondensasi, destilasi, dan filtrasi hingga mendapatkan asap cair grade 1. Asap cair ini aman digunakan pada produk pangan.

Asap cair yang diperoleh selain dapat digunakan sebagai zat tambahan pangan tetapi juga dapat digunakan sebagai bahan pengawet alternatif.

Diharapkan asap cair limbah daun teh ini dapat diaplikasikan pada beberapa olahan makanan seperti bagian gosong yang dibakar, makanan mengandung pengawet buatan, beberapa krekers yang mengandung akrilamida, dan makanan yang digoreng.

Pasalnya, perilaku pola makanan bisa berdampak fatal bagi keselamatan pribadi dan orang lain. Penggunaan limbah daun teh juga menjadi hal menarik dari tim ini.

Pasalnya limbah ini menjadi salah satu persoalan di sekitar pabrik yang meresahkan masyarakat. Maka melalui inovasi ini mereka mencoba untuk mengatasi persoalan limbah teh yang diproduksi sangat banyak setiap harinya.

“Inovasi kami merupakan solusi yang tepat untuk mengurangi resiko kanker dan dapat menjadi solusi pengurangan limbah pabrik teh di Kota Makassar,” imbuhnya.

Saat ini inovasi unik besutan mahasiswa ini sedang dalam proses uji kandungan asap cair limbah daun teh grade 1.

“Kami akan melakukan uji kandungan untuk memastikan tidak ada senyawa berbahaya terkandung didalamnya, setelah itu dapat diaplikasikan di industri rumah tangga,” kata Illmi.

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved