Ikuti Ritual Kematian di Toraja, Begini Tanggapan Artis Senior Christine Hakim

Christine berada di kampung tenun Toraja itu untuk pengambilan gambar film hasil karya Garin Nugroho.

Ikuti Ritual Kematian di Toraja, Begini Tanggapan Artis Senior Christine Hakim
yultin/tribuntoraja.com
Artis Nasional Christine Hakim merasakan suasana kedukaan dalam adat istiadat dan budaya Toraja saat berada di To'barana, Kecamatan Sa'dan, Toraja Utara.

Laporan Wartawan TribunToraja.Com Yultin Rante.

TRIBUNTORAJA.COM, SADAN - Artis Nasional Christine Hakim merasakan suasana kedukaan dalam adat istiadat dan budaya Toraja saat berada di To'barana, Kecamatan Sa'dan, Toraja Utara.

Christine berada di kampung tenun Toraja itu untuk pengambilan gambar film hasil karya Garin Nugroho.

"Pemakaman masyarakat Toraja unik dan langka dari perlakuan jenazah, hingga prosesi adat atau ritual saat hendak di makamkan tidak ada di dunia didapatkan selain di Toraja ini," kata Christine Hakim kepada TribunToraja.com di sela menyaksikan prosesi rambu solo di Toraja Utara, Kamis (29/6/2017).

Artis senior ini bersama Reza Rahardin, terlibat sebagai pemeran utama dalam film Merias Mayat.

"Saya selama syuting di Toraja nginap di Lantang (tempat keluarga berduka di Toraja) dan sempat memeteskan air mata saat melihat keluarga yang berduka berkumpul dan menangis di depan peti jenazah keluarga mereka," ujar Christine.

Baca: Toraja Marathon Berhadiah Rp 215 Juta, Begini Cara Daftarnya

Lokasi pengambilan gambar film yang akan ikut dalam festival film Internasional di Prancis itu, selain di To' Barana, juga di Batutumonga, pasar Bolu, Bori, dan aliran sungai Sa'dan.

Dalam film ini juga libatkan salah satu pembuat film dan fotografer terbaik di Asia, Kinoi.

Ritual Rambu Solo' atau pesta pemakaman yang didatangi Garin Nugroho beserta Artis nasional ini adalah prosesi pemakaman ibunda dari Sekertaris Daerah (Sekda) Toraja Utara, EK Lewaran Rantelabi'.

Baca: 2 Film Bakal Tayang di Layar Lebar Syuting di Toraja

Dalam film "Merias Mayat" inin Christine Hakim berperan sebagai ibu dari Reza Rahardian yang autis dan berdarah Toraja.

Film ini menceritakan seorang ibu yang berprofesi merias mayat di Jawa, anaknya meninggal dan didatangi arwahnya untuk diminta dibawa ke Toraja.

Jasad anak dari perias mayat itu berubah jadi mummi dan dibawalah ke Toraja melalui pelabuhan Parepare.(*)

Penulis: Yultin Rante
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved