Pakainya Ribet, Warga Makassar Mulai Tinggalkan Kondom
Disampaikan oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Daerah Makassar Danial Pakambanan
Penulis: Saldy Irawan | Editor: Suryana Anas
Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Satu persatu pengguna alat kontrasepsi jenis kondom di Makassar mulai beralih ke alat kontrasepsi lain.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Daerah Makassar Danial Pakambanan, Rabu (21/6/2017) ke tribun-timur.
Diketahui, adanya perubahan pola pemakaian alat kontrasepsi selama tahun 2017 ini berasal dari laporan para penyuluh KB (keluarga berencana) yang bertugas di Puskesmas, dan Posyandu.
Baca: Ini Temuan Dosen STIKes Mega Rezky Terkait Penggunaan Kondom di Jalan Nusantara
Meski demikian, hal tersebut tidak berdampak buruk bagi pasangan subur yang ada di Makassar.
Pasangan subur adalah pasangan suami isteri yang berpotensi memiliki keturunan, dan tidak dalam status menopause.
"Pindah ke alat kontrasepsi lain itu tidak berefek bagi pasangan suami istri, penggunaan alat kontrasepsi kan tujuannya hanya untuk mengatur jarak kehamilan seorang isteri," kata Danial.
"Mungkin dia sudah lelah," ujarnya.
Ia menyebutkan ada perbedaan penggunaan alat kontrasepsi kondom dari alat kontrasepsi yang lainnya.
Dimana alat kontrasepsi kondom ini tidak se-praktis dengan 6 alat KB yang di keluarkan pemerintah.
Penggunaan KB kondom itu digunakan pasangan suami istri sebelum berhubungan badan, berbeda dengan alat KB lainnya hanya digunakan sekali saja meski berulang kali melakukan hubungan badan.
Tujuh alat kontrasepsi yang disiapkan pemerintah di antaranya kondom, spermatisida, vagina diafragma, Pil KB, Suntik KB, Susuk KB, dan IUD (Spiral).
Perlu diketahui, alat kontrasepsi yang disiapkan pemkot bukan untuk bebas dibagi-bagikan, tapi dinperuntukkan bagi pasangan resmi atau pasangan suami istri yang diakui oleh pemerintah.
Tahun 2017 ini, alat kontrasepsi yang disediakan pemerintah jenis kondom berjumlah 6.344, beda dengan alat kontrasepsi jenis suntik KB yang jumlahnya lebih banyak yakni 51.591.
Data ini sesuai dengan permintaan dari pasangan subur yang dibina langsung Puskesmas atau Posyandu. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/danials_20170621_131014.jpg)