Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

CITIZEN REPORTER

Belajar Edukasi Bencana Gempa dari Jepang

posisi Jepang secara geografi terletak di sepanjang cincin api Pasifik yang merupakan sabuk gempa paling aktif di dunia

Tayang:
Penulis: CitizenReporter | Editor: Suryana Anas
CITIZEN REPORTER
Simulasi penanganan bencana gempa di Sekolah Dasar Yuzuki di Kota Matsuyama Prefektur Ehime, pada saat kegiatan Sankanbi (kunjungan rutin orangtua siswa ke sekolah setiap bulan) pada hari Minggu, 18 Juni 2017 

Citizen Reporter, Vita Fajriani Ridwan, (Dosen PNUP - Mahasiswi Program Doktor Ehime University Jepang) Melaporkan dari Matsuyama Jepang

TRIBUN-TIMUR.COM -Jika ada yang bertanya mengapa Jepang dikenal rawan bencana dari mulai gempa bumi hingga tsunami.

Hal ini terjadi karena posisi Jepang secara geografi terletak di sepanjang cincin api Pasifik yang merupakan sabuk gempa paling aktif di dunia, dan juga karena pertemuan lempeng geologi.

Baca: Inilah Daftar Nama Korban Gempa Bumi di Poso

Kondisi geografi jepang ini, sebenarnya tidak jauh berbeda dengan kondisi geografi Indoneisa yang termasuk dalam lingkungan cincin api (ring of fire).

Simulasi penanganan bencana gempa di Sekolah Dasar Yuzuki di Kota Matsuyama Prefektur Ehime, pada saat kegiatan Sankanbi (kunjungan rutin orangtua siswa ke sekolah setiap bulan) pada hari Minggu, 18 Juni 2017
Simulasi penanganan bencana gempa di Sekolah Dasar Yuzuki di Kota Matsuyama Prefektur Ehime, pada saat kegiatan Sankanbi (kunjungan rutin orangtua siswa ke sekolah setiap bulan) pada hari Minggu, 18 Juni 2017 (CITIZEN REPORTER)

Secara geologis Indonesia berada pada pertemuan lempeng Indo-Australia dibagian selatan, lempeng Euro-Asia dibagian utara dan lempeng pasifik dibagian timur.

Baca: Foto-foto Bangunan Roboh dan Barang Berhamburan Akibat Gempa Guncang Kabupaten Poso

Pertemuan lempeng ini memanjang dari Pulau Sumatera – Jawa – Nusa Tenggara dan Sulawesi. 

 Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar, wilayah Sulawesi Selatan  memiliki resiko tinggi terhadap bencana alam termasuk gempa. 

Tingginya resiko gempa tersebut semestinya menjadi warning bagi warga Sulawesi Selatan agar tetap waspada.

Besarnya potensi gempa karena dilintasi oleh dua patahan, yakni Palu Koro dan Saddang. Patahan Palu Koro,  melintas dari Sulawesi Utara melalui Sulawesi Tengah ke arah Sulawesi Tenggara.

Adapun  patahan Saddang melintas di Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan bagian tengah, sampai Kepulauan Selayar.

Beruntunnya kejadian gempa yang melanda di wilayah Sulawesi termasuk daerah Sulawesi Selatan dalam kurun waktu terakhir ini tentu haruslah disikapi dengan sigap baik oleh pemerintah dan unsur terkait, dan tidak terkecuali masyarakat itu sendiri.

 Belajar dari negara Jepang, bencana bukanlah hal baru bagi mereka. Pemerintah Jepang sedari dulu telah mengembangkan system disaster management.

Sistem ini secara umum berupa penerapan prinsip preventif (mitigasi) dan kuratif (recovery).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved