Full Day School Tetap Berlaku di Makassar
"Sabtu itu kegiatan ekskul, sedangkan lima hari sebelumnya fokus mata pelaharan umum," katanya.
Penulis: Saldy Irawan | Editor: Suryana Anas
Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Polemik lima hari sekolah yang dicetuskan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI, ditanggapi Presiden RI Joko Widodo.
Agar polemik tidak berkelanjutan, Joko Widodo pun memutuskan untuk tidak memberlakukan aturan baru tersebut.
Menanggapi hal tersebut, senin (19/6/2017), Kepala Dinas Pendidikan Makasaar Ismunandar mengaku tidak mempermasalahkan soal keputusan itu.
Ia menyebutkan meski lima hari belajar yang akan diterapkan Kementrian Pendidikan RI dibatalkan oleh Presiden, tidak membuat aktivitas lima hari belajar di sebagian sekolah di Makassar ikut terhenti.
Diketahui, jauh hari sebelum Kementrian mengusul 5 hari belajar untuk sekolah di Indonesia, pihaknya telah mengadakan sistem tersebut.
Lima hari belajar di Makassar kata Ismunandar, tidak membuat bahwa hari Sabtu libur sekolah.
Di hari Sabtu itu, telah disepakati bahwa hari itu pelaksanaan ekstrakulikuler.
Ia menjelaskan 5 hari belaajr itu di khususkan untuk mata pelajaran kulikuler.
"Sabtu itu kegiatan ekskul, sedangkan lima hari sebelumnya fokus mata pelaharan umum," katanya.
Pelaksanaan lima hari belajar ini menurut Ismunandar bergantung dengan kesiapan daerah itu sendiri. Begitupun sebagian sekolah di Makassar yang telah menyatakan siap.
Sebagian besar yang melaksanakan ini adalah skeolah berstatus unggulan.
Ismunandar menambahkan, pelajaran ekskul itu semisal ada anak yang hobi atau ingin memperdalam baca mengaji al quran itu bisa dilakukan hari sabtu.
300an sekolah SD dan SMP di Makassar, tercatat 18 sekolah SD, dan 10 sekolah SMP mengadakan lima hari belajar. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/ismunandar_20160602_221741.jpg)