Dinding Underpass Mandai Dilukis Corak Khas Toraja
Pengerjaan dinding baru rampung dari arah Maros. Sementara dari arah Makassar sampai air mancur, pengerjaan dindingnya belum selesai.
Penulis: Ansar | Editor: Anita Kusuma Wardana
Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe
TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Saat ini, tidak ada lagi aktivitas pengeboran tiang pancang yang menggangu kenyamanan pengendara, seperti bulan lalu disimpang lima Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Kamis (8/6/2017).
Hanya ada puluhan pekerja yang melukis di dinding underpass dengan lukisan khas Toraja, perahu Phinisi dan beberapa lukisan dari Sulawesi Selatan.
Baca: 18 Juni, Underpass Mandai Mulai Dioperasikan

Pengerjaan dinding baru rampung dari arah Maros. Sementara dari arah Makassar sampai air mancur, pengerjaan dindingnya belum selesai. Bahkan tanah sisa galian masih kelihatan.
Meski begitu, pengasapalan ruas jalan bawah, yang menghubungkan pasar Mandai dan perbatasan Maros- Makassar sudah rampung. Hasilnya juga mulus.
Baca: Warga Minta Underpass di Mandai Segera Difungsikan
Hanya saja, sejumlah material seperti bambu dan batu besar digunakan untuk menutup ruas jalan tersebut. Akibatnya kemacetan masih kerap terjadi sekitar satu kilometer dari arah Maros.
Sejumlah pengendara dari arah Maros maupun dari Makassar tetap mengantre menjadi dua dari tiga atau empat baris saat berada di sekitar underpass.
Pasalnya, jalan pinggir undepass hanya bisa dilintasi dua baris mobil saja. Jika lebih, maka akan terjadi penumpukan kendaraan.
Proses pengaspalan di sekitar air macur pas depan ruas jalan dari Bandara Sultan Hasanuddin, juga belum rampung. Aspalnya, masih terputus-putus.