CITIZEN REPORTER

Agar Tampil Modern, Dai Sebaiknya Berpenampilan Rapi dan Punya Ini

Disampaikan pada Workshop Pedoman Pengembangan Laboratorium Dakwah di PTKI yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama

Agar Tampil Modern, Dai Sebaiknya Berpenampilan Rapi dan Punya Ini
CITIZEN REPORTER
Workshop Pedoman Pengembangan Laboratorium Dakwah di PTKI yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia Badan Litbang dan Diklat Pendidikan Agama dan Kegamaan, di Hotel Clarion Makassar, Kamis (8/6/2017). 

Citizen Reporter, Haidir Fitra Siagian, Dosen UIN Alauddin Makassar melaporkan dari Hotel Clarion Makassar

TRIBUN-TIMUR.COM -Tugas melaksanakan dakwah merupakan kewajiban setiap individu umat Islam. Oleh karena itu, tidak benar jika ada yang menyerahkan kegiatan dakwah itu hanya kepada para muballigh saja.

Justru setiap profesi dalam Islam mesti memiliki kompetensi dakwah.

Dengan demikian, sejak dari mahasiswa dari berbagai fakultas perlu memahami strategi dakwah untuk diaplikasikan setelah selesai kuliah.

Baca: UIN Alauddin Kerjasama dengan Cambridge Language Assessment

Termasuk mahasiswa Fakultas Kedokteran mesti diberi materi dakwah dalam kurikulumnya.

Demikian antara lain pokok-pokok pikiran Dr Mansyur MAg, Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) DDI Sidrap ketika membawakan materi “Tantangan dan Peluang Laboratorium Dakwah di PTKI non Fakultas Dakwah” dalam acara Workshop Pedoman Pengembangan Laboratorium Dakwah di PTKI yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia Badan Litbang dan Diklat Pendidikan Agama dan Kegamaan, di Hotel Clarion Makassar, Kamis (8/6/2017).

Ditambahkan pula, mengingat situasai zaman yang sudah berubah dewasa ini, setiap muballigh sebaiknya memiliki mobil pribadi dan berpenampilan rapi.

Hal ini penting untuk memberikan semangat kepada jamaah untuk tampil modern dan tidak dianggap sebelah mata oleh jamaah.

Beliau juga menjelaskan bahwa profesi muballigh saat ini sudah mendapat tempat di hati masyarakat.

Sudah cukup banyak muballigh yang pendapatannya melebihi pendapatan seorang pegawai negeri sipil.

Sehingga, seseorang mahasiswa yang ingin berprofesi muballigh, dipastikan akan mendapatkan mata pencaharian yang lumayan.

Kegiatan workhsop ini berlangsung selama tiga hari, 7-9 Juni 2019.

Diikuti sekitar 80 orang peserta yang terdiri dari dosen dari perguruan tinggi negeri dan swasta serta peneliti bidang keagamaan.

Materi lainnya yang dibawakan adalah “Draf Bahan Ajar Laboratorium Dakwah di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam” oleh Dr Haryadin dari Tim Pusbang Pendidikan Agama dan Keagamaan Kementerian Agama, serta “Penyelenggaraan Laboratorium Dakwah pada non Fakultas Dakwah di PTKI” oleh Dr H Abdul Rasyid Masri, Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar. (*)

Penulis: CitizenReporter
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved