Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Warga Curhat Ramadan Terasa Lebih Berat Karena Banjir

Sedikitnya 422 rumah yang terendam di daerah tersebut. Banjir sudah merendam sejak awal Ramadan1438 H atau tahun 2017 ini.

Penulis: St Hamdana Rahman | Editor: Hasrul
st hamdana/tribunwajo.com

Laporan Wartawan TribunWajo.com, St Hamdana Rahman

TRIBUNWAJO.COM, TEMPE --Warga Kelurahan Laelo, Kecamatan Tempe, Wajo, masih harus merasakan banjir dengan tinggi rata-rata dua meter.

Salah seorang warga setempat, Effendi, mengatakan, banjir merupakan hal lazim tiap tahun, namun banjir yang datang saat bulan Ramadan akan terasa lebih berat.

"Kalau rasakan banjir sudah biasa, tapi kalau bulan Ramadan dan banjir, itu tidak biasa, lebih berat rasanya dilalui," curhat Effendi kepada TribunWajo.com, Rabu (7/6/2017).

Baca: BBPJN Janji Tuntaskan Proyek Pembangunan Jembatan Mandek di Poros Wajo-Parepare

banjir
banjir (st hamdana/tribunwajo.com)

Pasalnya, lanjut Effendi, akses untuk menjangkau suatu tempat harus menggunakan perahu yang membutuhkan tenaga lebih besar.

Dibanding saat tidak banjir, hanya perlu jalan kaki.

"Saat banjir, mau kemana-mana harus pakai perahu. Mau ke pasar, masjid, dan tempat lainnya, biasanya kan jalan kaki saja, lebih praktis, tidak perlu repot mendayung, jadi lebih berat karena puasa," tuturnya.

Baca: Selama Ramadan, Masjid Raya Sengkang Wajo Dijaga Satpol PP 24 Jam

Sedikitnya 422 rumah yang terendam di daerah tersebut.

Banjir sudah merendam sejak awal Ramadan1438 H atau tahun 2017 ini.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved