Ramadan 1438 H
Di Sinilah Tempat Beli, Harga, Hingga Syarat Pembelian Jalangkote Raksasa yang Heboh itu
Jika lazimnya jalangkote rata-rata selebar sekitar lima centimeter, maka jalangkote jumbo lebarnya
Penulis: Alfian | Editor: Edi Sumardi
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Jalangkote atau pastel ukuran jumbo atau raksasa yang dijajakan di warung Santika, Jalan Toddopuli VII, Kelurahan Borong, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, sedang jadi pusat perhatian warganet dan warga di dunia maya.
Pasalnya, ukuran dan bentuknya yang tak lazim.
Jika lazimnya jalangkote rata-rata selebar sekitar lima centimeter, maka jalangkote jumbo lebarnya dua hingga tiga kali lipat.
Kira-kira selebar telapak tangan orang dewasa.
Jalangkote tersebut juga kini sedang laris manis walau dijajakan di pinggir jalan sebab warga di Sulawesi Selatan umumnya lebih menyukai jalangkote sebagai santapan untuk berbuka puasa.

Terlebih, sekarang merupakan bulan Ramadan.
Sebiji jalangkote jumbo dijual seharga Rp 10 ribu hingga Rp 12 ribu.
Pemilik warung, Nurhayati (46) ternyata menjual jalangkotenya berdasarkan bentuk.

Ada dua bentuk jalangkote jumbo, yakni bentuk setengah lingkaran dan bentuk hati.
Bentuk setengah lingkaran inilah yang dijual Rp 10 ribu, sedangkan bentuk hati dijual Rp 12 ribu.

Walau harga beda, namun isi jalangkote tetap sama, yakni tumis bihun, wortel, ubi jalar, dan telur.
"Kalau isinya itu tetap sama dengan yang normal (ukuran biasa), tapi pasti lebih banyak dan ditambah sosis sama telur," ujar Nurhayati saat ditemui, Senin (29/5/2017).
Ada ingin membeli jalangkote jumbo khas warung Santika?

Silakan mampir pada siang atau sore hari.
Kini, peminat jalangkote jumbo membludak sehingga Nurhayati membuat syarat pembelian.
Bagi pembeli, harus melalukan pre-order.
"Banyak permintaan jadi di daftar siapa-siapa yang pesan," ujarnya.
Saking banyaknya permintaan, Nurhayati dibantu ponakannya mulai membuat jalangkote sebelum waktu salat lohor tiba.
"Tiap harinya laku sampai 120 biji untuk pemesanan. Jadi hitungannya naik sekitar 40 persen dari hari biasanya," kata Nurhayati.
Nurhayati mengaku tak menyangka jika kreasi bisnisnya itu kini menjadi primadona.
Ide membuat jalangkote jumbo sebenarnya berawal dari permintaan suaminya.
"Dulu suamiku, Mushar (47) minta dibikinkan jalangkote untuk dimakan sendiri. Terus saya buatkan yang besar untuk satu kali bikin saja. Dia sempat kaget, terus dari situ saya coba jual besoknya dan ternyata laku," tuturnya.
Kata dia melanjutkan, "Baru sejak puasa tahun lalu saya coba jual yang jalangkote besar dan ternyata laku."
Warung jalangkote milik Nurhayati tersebut awalnya dibuka di Jalan Abubakar Lambogo, kemudian pindah di Jalan Toddopuli VII.(alfian)