Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Imam Masjid As'Said Makassar Sudah Generasi ke-12, Ini Dia Profilnya

"Seperti pada tradisi-tradisi lalu, imam mesjid tetap mengikut pada garis keturunan hingga saat ini," ucap Habib Alwi saat ditemui, Minggu (27/5/2017)

Penulis: Alfian | Editor: Ina Maharani
TRIBUN TIMUR/ALFIAN
Masjid As Said merupakan salah satu bangunan tertua yang dibangun warga keturunan Arab di kota Makassar. Mesjid yang terletak di Jl Lombok atau kawasan Pecinan ini dibangun sejak tahun 1905 dan mulai digunakan tahun 1907 Masehi. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Alfian

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Masjid As' Said merupakan salah satu bangunan tertua yang dibangun warga keturunan Arab di kota Makassar. masjid yang terletak di Jl Lombok atau kawasan Pecinan ini dibangun sejak tahun 1905 dan mulai digunakan tahun 1907 Masehi.

Berdasarkan penelusuran Tribun Timur, masjid yang memiliki luas lahan 2100 meter persegi ini dibangun oleh pendatang arab asal Yaman. Hingga kini masjid As' Said telah memasuki generasi ke-12 yang bertindak sebagai imam masjid.

Imam masjid yang saat ini menjalankan tradisi peninggalan keluarga besar saudagar arab itu yakni Habib Alwi Bufaqih. Beliau melanjutkan tugas dari pendahulunya yang juga warga keturunan yakni Habib Ali Al Habsyi sejak tahun 1998 lalu.

"Seperti pada tradisi-tradisi lalu, imam masjid tetap mengikut pada garis keturunan hingga saat ini," ucap Habib Alwi saat ditemui, Minggu (27/5/2017).

Habib Alwi Bufaqih lahir 2 Juni 1971 atau 46 tahun silam di Desa Pambusuang, Polewali Mandar (Polman). Desa Pambusuang dikenal sebagai salah satu desa santri dan merupakan kampung halaman dari berbagai ulama besar dan cendekiawan muslim Nusantaran.

Sebut saja diantaranya KH. Muh. Tahir, atau Imam Lapeo dan Annangguru Shaleh, Prof. Dr. Baharuddin Lopa (mantan Jaksa Agung/Dubes RI untuk Arab Saudi), Prof. Basri Hasanuddin (mantan Menkesra, mantan Rektor Unhas), Prof. Mochtar Husain (IAIN Alauddin Makassar), Prof. DR. Ahmad Sewang (Purek IAIN Alauddin Makassar), dan beberapa cendikiawan lainnya.

Namun sebelum menginjakkan kaki di kota Makassar, Habib Alwi sebelumnya menimbah ilmu agama di Pesantren Bangil, Jawa Timur. Ia menimbah ilmu sejak tahun 1987 hingga enam tahun berikutnya.

Setelah menyelesaikan pendidikan di Pondok Pesantren, Habib Alwi lantas masih merasa minim pengetahuan soal agama. Terutama dalam metode ceramah atau Syiar.

Sehingga pada tahun 1995 hingga 1997, ia memutuskan berangkat ke Madinah dan mengikuti program Halaqah (pendidikan) Syiar agama."Tapi sifatnya informal, kita belajar kepada ulama-ulama besar yang ada di Madinah," tuturnya.

Barulah pada awal tahun 1998 ia menetap di kota Makassar dan menjadi imam masjid As'Said. Menggantikan Habib Ali Al Habsyi dan mencatatkan dirinya sebagai imam ke-12 sejak masjid tersebut berdiri.

Kini selain menjadi imam masjid, Habib Alwi juga terus menyiarkan agama diberbagai tempat. Bahkan hingga ke Kalimantan. "Biasa ada undangan Syiar ke berbagai daerah," katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved