Teror Bom di Jakarta
Pascabom Kampung Melayu, Polda Sulsel Tingkatkan Patroli
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani mengungkapkan, Polda Sulsel dan jajaran telah mengantisipasi hal itu dengan meningkatkan patroli.
Penulis: Darul Amri Lobubun | Editor: Ina Maharani
Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pihak Polda Sulsel mengaku, sejak lama telah mempunyai antisipasi terhadap pelaku teror yang menyasar tempat umum.
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani mengungkapkan, Polda Sulsel dan jajaran telah mengantisipasi hal itu dengan meningkatkan patroli.
"Kita sudah ada antiaipasi, mulai dari meningkatkan patroli, penjagaan dan penyuluhan hingga deteksi dini," ungkap Dicky kepada tribun, Jumat (26/5/2017).
Untuk mengantisipasi dan tingkatkan patroli, Polda Sulsel menerjunkan Sat Brimob Sulsel. Sedangkan deteksi dini, Polda terjunkan aparat dari intelejen.
Selain itu, Dicky mengaku menjelang Puasa ini juga perlu adanya penyeluhan dari polisi santri yang dipersiapkan dari ramadan tahun lalu oleh Polda Sulsel.
"Insya allah dengan adanya antisipasi seperti ini, kondisi kemaanan dan juga ketertiban sulsel tetap kondusif, apalagi sinergitas masyarakat," ujar Dicky.
Pihak Polda Sulsel mengaku, sebelum ada ledakan bom di Kampung Melayu, Jakarta Timur. Polda telah mempunyai antisipasi keselamatan anggotanya.
"Kami (Polda Sulsel) sebelum ada bom kampung melayu, anggota patroli kami sudah menggunakan rompi anti peluru saat lakukan patroli," tambahnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/humas-polda-sulsel_20170323_201653.jpg)