Ternyata Patung Kuda Maros Itu Bersejarah, Ini Maknanya
Pejuang yang menunggangi kuda tersebut membela dan memenangkan perjuangan Maros.
Penulis: Ansar | Editor: Ina Maharani
Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe
TRIBUN TIMUR.COM, MAROS -Ketua Badan Kerjasama Kesenian Indonesia (BKKI) Maros Husni Siame menyebut, patung kuda di pertigaan Jl Jenderal Sudirman-Pettarani, merupakan gambaran seorang pejuang.
Pejuang yang menunggangi kuda tersebut membela dan memenangkan perjuangan Maros.
"Sepengetahuan saya, patung kuda itu merupakan penggambaran seorang pejuang Maros dalam membela perjuangan Maros," katanya.
Soal penempatan patung, hal tersebut hanya menjadi persoalan strategis saja dan gampang dilihat oleh pengendara yang melintas di Maros.
Husni menambahkan, ada juga pendapat lain tentang keberadaan patung kuda sekarang. Tempat patung kuda yang berada di depan terminal Maros tersebut, adalah batas benteng Butta Toa.
"Berdasarkan sejarah yang saya ketahui, ada pendapat lain tentang lokasi berdirinya patung kuda. Itu sisa benteng yang terbuat dari tanah liat," katanya.
Benteng Butta Toa yang dijaga oleh tubaraninya (pemberani) Marusu dengan pasukan kudanya yang disegani oleh dua kerajaan besar, Gowa dan Bone.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/persimpangan-jl_20170501_133851.jpg)