30 Honorer di SMPN 2 Sungguminasa Keluhkan Pemotongan Gaji
30 tenaga honorer baik yang berstatus guru maupun staf tata usaha itu mengeluh setelah honor yang mereka terima berkurang
Penulis: Waode Nurmin | Editor: Anita Kusuma Wardana
Laporan Wartawan Tribun Timur Wa Ode Nurmin
TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA- Puluhan honorer di SMPN 2 Sungguminasa mengeluhkan adanya pemotongan honor mereka oleh pihak sekolah.
30 tenaga honorer baik yang berstatus guru maupun staf tata usaha itu mengeluh setelah honor yang mereka terima berkurang dari yang diterima biasanya.
Pemotongan itu pun bervariatif antara 300-400 ribu rupiah.
Terkait masalah itu, Kepala SMPN 2 Sungguminasa, Adri Ondong yang dikonfirmasi, membantah keras adanya tudingan pemotongan upah honorernya.
"tidak benar itu. Fitnah. Tidak ada pemotongan. Honor yang dibayarkan kepada para guru maupun staf TU sesuai jam kerjanya," katanya Jumat (28/4).
Adri menjelaskan Jika hitungan honor yaitu dihitung sesuai jam mengajarnya dan jika dia staf maka sesuai jam kerjanya di sekolah dan tidak dihitung jika hari libur yakni dikali 10.000 ribu rupiah per jam.
"Jadi kalau ada yang terima sedikit tentunya jam mengajarnya juga sedikit. kan hari libur tidak dihitung. Yang saya pikirkan sekarang bagaimana anak-anak ku khususnya kelas 9 bisa mengikuti ujian nasional dengan baik dan sukses nanti," kata Adri.
Hal senada dikatakan Rusli, bendahara sekolah SMPN 2 Sungguminasa. Kepada media, Rusli mengatakan tidak ada pemotongan gaji para honorer. Honor mereka dibayarkan sesuai jam kerjanya saja.
Sementara itu Kadis Pendidikan Nasional Kabupaten Gowa, Dr Salam yang dikonfirmasi, mengatakan informasi soal itu baru dia ketahui.
"Tapi saya akan cek apa benar atau tidak. Dan jika itu benar terbukti maka tentunya ada tindakan sanksi bagi yang bersangkutan," ujarnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/logo-tribun-timur-dot-com_20160727_135441.jpg)