Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Escavator di Atas Awan!

Setelah 11 bulan setelah liputan celebes explore itu, Lolai memang kian ramai.

Penulis: Thamzil Thahir | Editor: Mahyuddin
thamzil/tribuntimur.com
Rombongan Konjen Jepang di objek wisata negeri diatas awan Puncak Lolai, Tongkonan Lempe, Desa Benteng Mamullu, Toraja Utara, Sabtu sampai Minggu (22 - 23/4/2017). 

TRIBUNTORAJA.COM - Akhirnya, wisata itu bukan lagi tentang destinasi, fasilitas, dan keindahan alam melainkan tentang suasana hati.

Ngopi pagi di Tongkonan Lempe, Lembang Benteng Mamullu, Desa Lolal, Kecamatan Kapala Pitu, Toraja Utara, Minggu (22/4/2017), terasa berbeda bagi Yultin Rante.

Setahun lalu, tepatnya 25 Mei 2016, reporter Tribun Timur di Toraja ini, meliput destinasi wisata yang dikelola Yayasan Tongkonan Lempe.

Yultin bersama tim celebes explore Tribun Timur, dapat akses dan izin langsung dari Alfred Midea, ketua Yayasan. Alhamdulillah!

"Setelah diekspos Tribun, tongkonan kami tambah ramai, ramai sekali Pak Wapres," kata Alfred Midea, menjawab pertanyaan wapres Jusuf Kalla, saat ngeteh pagi Minggu, 23 Januari 2017 di Lolai.

Setelah 11 bulan setelah liputan celebes explore itu, Lolai memang kian ramai.

Pengunjung membeludak. Pendapatan dari parkiran bisa menembus Rp 35 juta di akhir pekan.

Mereka datang untuk sekadar swafoto, dan membaginya di akun sosial mereka. Tagar #negeridiatasawan pun viral.

"Kini kita akan bangun kantin, president suite dan tribun kaca untuk lihat awan," kata Yunus Rante Toding, salah satu owner Tongkonan Lolai.

Putra kedua dari tujuh saudara anak pasangan mendiang Piter Samperuru Kadang dan Martina Tasik (78) itu mengatakan, proyek pembangunan tribun kaca lolai, teraserring, penginapan, taman dan pelataran groud viewers, dijadwalkan selesai 2018 mendatang.

"Tolong Tribun sampaikan lagi ke facebook dan pembacanya, kami mohon maaf! Kita perbaiki sekarang lolai, jadi tak nyaman," ujar mantan pedagang pengepul kopi di Rantepao dan Kapalapitu itu.

Di sisi barat, viewers ground, di lembah bagian bawah, keluarga Tongkonan Lempe, membangun juga tiga penginapan. kelasnya mulai level losmen, hotel kelas melati, bintang 2 dan VIP.

Baca: VIDEO: Belum Rampung, Begini Penginapan di Puncak Lolai Toraja Utara

Di belakang 2 tongkonan utama dan 3 tongkonan lumbung, pihak Yayasan Lempe membangun lahan parkir.

Kapasitasnya bisa hingga 50 mobil, dan 200 motor.

Rumpun keluarga Nene Pabangke dan Sumbu Langi, ini optimistis, bisnis hospitality di dataran tinggi Rantepao, 2100 Mdpl ini, masih bisa diandalkan.

Bahkan di sekitar Tongkonan Lempe, Lolai, ada tiga lokasi yang membangun resort dan viewrs ground untuk "berada di atas awan".

Ada to tombi, dia atas Lempe ada juga keluarga yang membangun resort semi permanen.

Semuanya menjual tagar #negeridiatasawan.

Abun Pasanggang (37), general manager Tongkonan Lolai, mengatakan sejak diberitakan Tribun, panjang antrean kendaraan roda empat bisa sampai 2 km. Itu kalau akhir pekan.

Di workdays, sepi seperti masa lampau.

Mereka tengah berbenah menjadi destinasi wisata modern. material semen, pasir, batu bata, menumpuk dua bulan terakhir.

Escavator pun kini parkir di atas awan.

Konsulat Jenderal Jepang Masaki Tani, Guru Besar Ekosistem alam Universitas Ahime, Jepang, Prof Dr Ozosawa, juga memuji keindahan alam dan budaya Tongkonan di lolai.

"Pelihara kondisi alam dan budaya tongkonan. jangan terlalu banyak diubah."

Kepala Kantor perwakilan Konsulat Jenderal (Konjen) Jepang, Masaki Tani, kunjungi objek wisata negeri diatas awan Puncak Lolai, Tongkonan Lempe, Desa Benteng Mamullu, Toraja Utara, Sabtu sampai Minggu (22 - 23/4/2017).

"Saya merasakan kesenanga di Kumo no ueno kuni (negeri diatas awan)," kata Masuki Tani, kepada TribunToraja.Com, diobjek wisata ini.

Baca: Bukan Cuma Lolai, di Makale Ada Juga Negeri di Atas Awan

Masakai Tani, bersama rombongannya tiba di Tongkonan Lempe setelah disambut Asisten satu Pemkab Toraja Utara, Rede Roni, di restoran ayam penyet Rantepao.

Konjen Jepang ini menikmati malam minggu di Puncak Lolai bersama para offroad dari Indenesia Offroad Federation (IOF) Sulawesi Selatan, dan Ikatan Farmasi SulSel.

Kondisi cuaca yang kurang bersahabat saat meninggaklan Ibu Kota Toraja Utara, Rantepao, tetap dijalani rombongan ini demi untuk melihat keindahan negeri diatas awan ini.

Pihak Yayasan Lempe Lolai pun menginapkan tamu negara ini di sebuah Tongkonan yang ada di kawasan wisata andalan Toraja Utata ini.

" Tongkonan diatas awan inilha salah tempat yang mesti didatangi di Indonesia," ujar Masaki Tani.

Baca: Ini Saran dan Janji Konjen Jepang untuk Pemkab Tana Toraja

Ikut dalam rombongan ini ahli ekosistem Jepang, Prof Ozosawa, beserta dengan keluarganya, serta Manajemen Tribun Timur.

"Banyak pemuda datang dan datang untuk melihat matahari terbit dari Lempe, sepertinya tarditional dan kebudayaan Toraja, serta flora dan fauna juga mendorong mereka," ungkat Prof. Ozosawa.

Keindahan Lolai juga ikut dikomentari keluarga guru besar yang sering mengajar di kampus Unhas ini.

"Saya dapat membersihkan batinku, mandi dengan air dingin dan melihat matahari terbit diatas awan, serta merasakan enaknya kopi di Tongkonan Lempe," tutur istri Prof.Ozosawa, Yuko Ozosawa.

Semnetara kemanakan guru besar ini, Chiyo Orisha, juga merasakan liburan di Lolai ini.

"Saya merasa Toraja diatas awan Lempe, saya seperti orang Toraja yang menggali bathin," ungkap Chiyo Orisha.

Fasilitas kamar mandi dan WC juga turut diminta untuk diperhatikan pengelolah objek ini.

Pada destinasi wisata ini saat ini dalam pembenahan dan pembangunan cafe dan resto.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved