Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ibu Hamil di Gowa Diimbau Tidak Makan Mi, Ini Tujuannya

Dinas Kesehatan Gowa sosialisasi tentang pentingnya 1.000 hari pertama kehidupan bagi bayi baru lahir

Penulis: Waode Nurmin | Editor: Suryana Anas
TRIBUN TIMUR/WAODE NURMIN
Dinas Kesehatan Gowa menggelar sosialisasi tentang pentingnya 1.000 hari pertama kehidupan bagi bayi baru lahir di aula Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku, Jl. Poros Malino, Kamis (13/4/2017). Dalam sosialisasi ini hadir ratusan kader PKK se Kabupaten Gowa. Kadis Kesehatan dr Hasanuddin dan Wakil Ketua TP PKK Gowa, Mussadiyah Rauf. 

Laporan Wartawan Tribun Timur Wa Ode Nurmin

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA- Dinas Kesehatan Gowa menggelar sosialisasi tentang pentingnya 1.000 hari pertama kehidupan bagi bayi baru lahir di aula Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku, Jl. Poros Malino, Kamis (13/4/2017).

Dalam sosialisasi ini hadir ratusan kader PKK se Kabupaten Gowa. Kadis Kesehatan dr Hasanuddin dan Wakil Ketua TP PKK Gowa, Mussadiyah Rauf.

Dalam sambutannya, Mussadiyah mengingatkan ada 10 poin penting bagi ibu hamil yang harus dijaga guna meningkatkan gizi bayi semasa dalam kandungan.

Baca: 17 April Disdukcapil Gowa Mulai Perekaman e-KTP di Tingkat Desa

"Salah satunya jangan makan mi. Jaga ASI agar nantinya tidak ada bayi mengalami gizi buruk. Olehnya kegiatan ini sangat bermanfaat bagi anak-anak generasi berikutnya," katanya.

Saat ini masih banyak masalah gizi yang menjadi kendala bayi. Masih rendahnya cakupan ASI eksklusif dan bermasalah menjadi satu tantangan berat ke depan dalam upaya perbaikan gizi.

Baca: Foto-foto Ade Amelia Amanda, Siswi SMAN 9 Gowa yang Tewas Ditabrak Pengendara Ugal-ugalan

"Untuk mencapai 1000 hari pertama kehidupan untuk capai periode emas maka kesiapan ibu-ibu hamil sangat menentukan khususnya memproduksi ASI ekslusif mulai dari usia bayi 0-6 bulan bahkan hingga 2 tahun," ujarnya.

Anggota DPRD Gowa ini pun berharap tidak ada lagi bayi dan balita yang mengalami gizi buruk.

"ini menjadi perhatian bagi para kader PKK dan mari kita giatkan kembali perpuluhan yang dinamakan Dasawisma dengan hitungan satu kelompok ada 10 rumah yang jadi perhatian kader. Kalau ada yang kita temukan bayi atau balita memperlihatkan gejala gizi buruk maka segera laporkan," tambahnya.

Para kader PKK sebagai penggerak dan penyuluh di masyarakat untuk proaktif melakukan sosialiasi ini 

Kadis Kesehatan Gowa, dr Hasanuddin mengatakan sosialisasi 1000 hari pertama kehidupan sangat menentukan kualitas hidup bagi balita ke depan.

"Periode emas seorang anak adalah masa ketika anak masih ada dalam kandungan kemudian lahir. Untuk capai hal itu maka diharapkab kerjasama lintas sektor. yang paling dominan adalah peran KUA dalam memberikan kursus bagi calon pengantin," ujarnya.

Dr Hasanuddin juga mengatakan setiap desa dan kelurahan ada bidan-bidan yang bertanggungjawab memberikan pengarahan untuk rutin memeriksakan kandungan saat hamil dan manfaat menyusui.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved