Mahasiswa Enrekang Tolak Perkebunan Kelapa Sawit di Maiwa, Ini Alasannya

Menurut staf khusus bidang advokasi HPMM, Andi Riyan Rifaldi, pembukaan lahan sawit dapat merusak ekosistem lingkungan.

Mahasiswa Enrekang Tolak Perkebunan Kelapa Sawit di Maiwa, Ini Alasannya
muh azis albar/tribunenrekang.com
Andi Riyan Rifaldi

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG - Pengurus Pusat (PP) Himpunan Pelajar Mahasiswa Massenrempulu (HPMM) menolak kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Enrekang terkait rencana pembukaan ribuan hektar lahan kelapa sawit di Kecamatan Maiwa, Cendana, dan Enrekang.

Terlebih lahan tersebut nantinya akan dikelola oleh investor asing.

Menurut staf khusus bidang advokasi HPMM, Andi Riyan Rifaldi, pembukaan lahan sawit dapat merusak ekosistem lingkungan.

"Dampaknya memang tidak signifikan tapi bencana baru akan datang beberapa tahun kedepan," kata Andi Riyan dala rilisnya kepada TribunEnrekang.com, Selasa (11/4/2017).

Andi Riyan menjelaskan, pemerintah harus sadar bahwa masuknya kelapa sawit dapat memutus mata pencarian warga Enrekang yang terfokus bidang peternakan dan perkebunan.

Itu karena pembukaan lahan sawit secara massif akan berakibat datangnya bencana.

Apalagi daerah Enrekang bentang alamnya dataran tinggi atau pegunungan yang sangat riskan akan bencana longsor.

"Kalau alasannya bisa genjot PAD, apa itu bisa jamin kesejahteraan rakyat, jangan sampai malah sebaliknya," ujar Andi Riyan.

Dia menyarankan, Pemkab Enrekang fokus pada peningkatan kesejateraan rakyatnya ketimbang membuat kebijakan yang tidak masuk akal.

Penulis: Muh. Asiz Albar
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved