Ini Asal Muasal Nama Air Terjun Tulang-tulang Luwu Utara
Dewan Pembina KPA Salu, Riswan Chiwank mengatakan, nama Tulang-tulang merupakan pemberian warga setempat.
Penulis: Chalik Mawardi | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUNLUTRA.COM, MASAMBA - Air terjun Tulang-tulang belum banyak diketahui publik.
Objek wisata ini terletak di Desa Lero, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulsel.
Jaraknya yang lumayan jauh dari perkampungan membuat air terjun ini belum banyak didatangi.
Dewan Pembina KPA Salu, Riswan Chiwank mengatakan, nama Tulang-tulang merupakan pemberian warga setempat.
"Nama air terjun Tulang-tulang pemberian warga setempat," ujar Chiwank kepada TribunLutra.com, Senin (10/4/2017).
Chiwank bersama rekannya mengunjungi air terjun tersebut, Minggu (9/4/2017).
Baca: Inilah Air Terjun Tulang-tulang Luwu Utara, Belum Banyak yang Tahu, Jalan Kaki 7 Jam
"Konon katanya kalau ada hewan seperti Rusa yang jatuh dari puncak ke dasar air terjun hanya menyisahkan tulang. Dari situlah warga memberikan nama air terjun Tulang-tulang," katanya.
"Air terjun ini memang belum banyak diketahui warga. Hanya penduduk lokal yang pernah berburu Rusa atau Anoa yang mengetahuinya," Chiwank menambahkan.
Tulang-tulang berada di wilayah perbatasan Kecamatan Masamba dan Kecamatan Rampi.
Tiga komunitas pecinta alam, KPA Salu, Kompas, dan Arpala, mengunjungi air terjun tersebut, kemarin.
Untuk ke Tulang-tulang, butuh waktu sekitar tujuh setengah jam dari Masamba, Ibu Kota Luwu Utara.
"Setengah jamnya naik motor atau mobil dan tujuh jam jalan kaki," sambu Alan Ricok, Ketua KPA Salu.
"Lokasinya cocok bagi pecinta wisata petualang untuk mencoba adrenalin bersama teman atau kerabat," tuturnya.
Akses menuju air terjun Tulang-tulang masih hutan belantara.
"Belum ada jalan ke sana. Kami hanya menelusuri hutan. Ketinggian air terjun sekitar 100 meter," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/tulang_20170410_190513.jpg)