Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Warga Sayangkan Polisi Tembak DPO Curanmor di Halaman Masjid Turikale Maros

Dia menilai, polisi tidak beretika dan tidak menghormati warga Muslim yang beribadah.

Penulis: Ansar | Editor: Mahyuddin
ansar/tribunmaros.com
Spesialis pencuri motor yang kerap beroperasi di Maros, Pangkep, Makassar dan Barru, Irfan Perdana alias Pampang (22) ditembak di bagian bokongnya oleh Reskrim Polres Maros, Jumat (7/4/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Pengurus Masjid Al Manar Jl Bambu Runcing, Turikale, Maros, Andi Alwi Assagaf menyangkan cara polisi saat menangkap DPO pencurian motor Irfan alias Pampang.

Dia menilai, polisi tidak beretika dan tidak menghormati warga Muslim yang beribadah.

Pampang ditembak saat jamaah sementara zikir dan berdoa.

Baca: Polisi Tembak Pelaku Curanmor di Halaman Masjid Turikale Maros, Jamaah Protes

"Saat polisi melepaskan tembakan, kita masih berdoa. Suara tembakan membubarkan jamaah yang sedang berdoa. Mereka panik," katanya, Jumat (7/4/2017).

Alwi melanjutkan, dia mendukung upaya polisi memberantas kejahatan.

Namun Polisi tetap harus tetap memperhatikan standar operasional prosedur (SOP) Polres.

Sebelumnya, spesialis pencuri motor yang kerap beroperasi di Maros, Pangkep, Makassar dan Barru, Irfan Perdana alias Pampang (22) ditembak di bagian bokongnya oleh Reskrim Polres Maros.

Pelaku yang merupakan DPO dan residivis ini ditembak di halaman msjid Al Manar, Jl Bambu Runcing, Turikale, Maros usai salat Jumat.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved