Curhat UKM Tapak Suci UIN Alauddin, Berprestasi Tapi 'Dicueki'

Sempat koordinasi dengan pihak kampus namun dengan berbagai alasan tidak ada dana yang diberikan

Curhat UKM Tapak Suci UIN Alauddin, Berprestasi Tapi 'Dicueki'
HANDOVER
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tapak Suci Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar berhasil mengharumkan almamater pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tapak Suci antar Perguruan Tinggi se Indonesia di Universitas Sebelas Maret, Solo. 

Laporan Wartawan Tribun Timur Hasrul

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR --Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tapak Suci Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar berhasil mengharumkan almamater pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tapak Suci antar Perguruan Tinggi se Indonesia di Universitas Sebelas Maret, Solo.

Pada Kejurnas Tapak Suci tersebut UKM Tapak Suci UIN Alauddin Makassar mengutus enam atlet di mana tiga di antarannya berhasil meraih medali, masing-masing satu emas, satu perak dan satu perunggu.

Keberhasilan tiga atlet tersebut tentu sangat membanggakan karena Kejurnas Tapak Suci yang berlangsung pada 29 Maret hingga 2 April 2017 tersebut diikuti 58 perguruan tinggi se Indonesia dengan 350 peserta.

Prestasi yang diraih UKM Tapak Suci UIN Alauddin Makassar tersebut ternyata tidak mendapat dukungan yang penuh oleh pihak Universitas sebagaimana yang disampaikan ketua UKM Tapak Suci UIN Alauddin Makassar, Muh Anas Ibrahim S kepada tribun timur.com, Senin (3/4/2017).

Baca: UIN Alauddin Makassar Sabet Tiga Medali di Kejurnas Tapak Suci di Solo

"Walaupun dengan dana yang sangat-sangat minim teman-teman atlet tetapi memiliki semangat juang yang luar biasa sehingga kami mampu membawa pulang medali," kata Muh Anas.

"Terkhusus kepada pihak birokrasi agar lebih memperhatikan mahasiswa yang telah mengharumkan nama universitas dikancah nasional khususnya UKM Tapak Suci UIN," ungkap Muh Anas menyampaikan garapannya.

Baca: Agua Arifin Numang Lepas 2.930 Mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar

Muh Anas pun bercerita bahwa sebelum timnya berangkat ke Solo sempat koordinasi dengan pihak kampus namun dengan berbagai alasan tidak ada dana yang diberikan termasuk bendera universitas untuk dibawa pada kejuaraan nasional tersebut.

"Kami koordinasi sebelum brangkat bahkan saya menghadap langsung di ruangan Wakil Rektor 3 untuk memohon bantuan dana dan minta bendera universitas namun kedua-duanya tidak diberikan," cerita Muh Anas. (*)

Penulis: Hasrul
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved