Serunya Nonton Adu Kerbau di Sesean Toraja Utara
Tradisi yang cukup menghibur wisatawan itu dihelat usai upacara Rambu Solo atau upacara pemakaman warga setempat.
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Mahyuddin
TRIBUNTORAJA.COM, SESEAN - Silaga Tedong atau adu kerbau merupakan tradisi unik masyarakat Toraja Utara.
Tradisi yang cukup menghibur wisatawan itu dihelat usai upacara Rambu Solo atau upacara pemakaman warga setempat.
Rangkaian upacara pemakaman kali ini, atas meninggalnya kakak kandung dari Wakil Bupati Mimika, Papua, Yohanis Bassang, Mama Arnel atau sering dipanggil Ne' Enji.
Silaga Tedong disaksikan ratusan warga di Desa Malakiri, Kecamatan Sesean, Toraja Utara, yang telah berlangsung selama lima hari.
Rombongan pemenang undian Tribun Family Card (TFC) berkesempatan menikmati tontonan itu, Sabtu (01/04/2017) siang.
Baca: Liburan Seru Rombongan TFC di Toraja, Jalan Kaki 1 Km Demi Nonton Adu Kerbau
Beberapa warga terlihat menyemangati kerbau yang dijagokan dengan mengangkat tangan sembari berteriak.
Teriakan yang dimaksud untuk memancing kerbau yang berlaga untuk menunjukkan aksi seruduk yang menghibur.
Tidak terkecuali bagi rombongan pemenang undian wisata TFC Tribun Timur dari Makassar.
Meski, sempat diguyur hujan dan harus berjalan kaki sekitar satu kilometer, rombongan TFC merasa sangat terhibur.
"Seru, apalagi saat kerbau memasuki arena terlihat saling mengintai terus lansung saling seruduk, ada juga yang belum sempat saling seruduk tapi langsung lari," kata Owner Toko Perlengkapan Bayi Pengayoman, Donny.
Menurut Donny, menyaksikan langsung adu kerbau di Toraja Utara merupakan pengalaman pertama bagi dirinya.
Baca: 8 Members TFC Premium Malam Mingguan di Puncak Lolai Toraja
"Baru pertama kali saya nonton langsung, karena saya baru ini hari juga injak Toraja," ujarnya.
Selain saling seruduk, kerbau-kerbau yang berlaga di arena juga diberi nama.