Warga Melawan, PN Bantaeng Tunda Eksekusi Lahan di Kelurahan Onto

Eksekusi tersebut berdasarkan no perkara 5/PDT.G/2015/PN BAN, tentang objek sengketa tanah.

Penulis: Edi Hermawan | Editor: Imam Wahyudi
Edi Hermawan/TribunBantaeng.com
Juru sita PN Bantaeng, Muh Idrus. 

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Pengadilan Negeri Bantaeng menunda eksekusi lahan yang terletak di Kampung Pammotokang, Kulurahan Onto, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, Kamis (30/3/17).

Penundaan akibat adanya perlawanan dari tergugat terhadap rencana tersebut.

Hal itu disampaikan juru sita PN Bantaeng, Muh Idrus, kepada TribunBantaeng.com, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (30/3/2017).

"Sebenarnya hari ini dijadwalkan untuk eksekusi, namun melihat rencana perlawanan keluarga tergugat sehingga eksekusi dibatalkan," ujar Idrus.

Informasi yang dihimpun pengadilan, jalan menuju lokasi eksekusi ditutup oleh massa tergugat.

"Warga yang berada di lokasi juga dilengkapi senjata tajam, sehinga diurungkan niat dulu agar tidak terjadi hal diluar rencana," tambahnya.

Eksekusi tersebut berdasarkan no perkara 5/PDT.G/2015/PN BAN, tentang objek sengketa tanah.

H Cakka bin Nakka selaku penggugat dengan tiga orang tergugat, yakni Rasia Binti Rabai, Syarifuddin dan Asiah Binti Naking.

"Kami akan jadwalkan lagi, tentu dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi di lokasi," tutur Idrus.

Sementara itu, Humas PN Bantaeng, Moh Bekti Wibowo, tidak menyangka bahwa akan ada perlawanan dari pihak tergugat sebab setelah putusan tak ada upaya hukum lain yang di tempuh.

"Saya tidak menyangka, awalnya saya pikir inilah kasus sengketa yang paling aman, sebab tak ada upaya banding maupun kasasi yang dilakukan pihak tergugat," kata Bekti.

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved