Dubes Singapura Temui Kadin Sulsel, Ini yang Dibahas
Khusus bidang pariwisata, turis asal Singapura masuk lima besar terbanyak yang datang ke Sulsel.
Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Suryana Anas
Laporan Wartawan Tribun Timur Muhammad Fadhly Ali
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pengembangan tata kelola Makassar berbasis smart city telah melibatkan lembaga International Enterprise (IE) Singapore dalam pengembangannya.
Teken Memorandum of Understanding (MoU) telah dilakukan November 2016 lalu.
IE Singapore merupakan lembaga yang berada di bawah naungan Departemen Perdagangan dan Industri yang memfasilitasi pengembangan teknologi berbagai bidang khusus rekanan Negeri Singa tersebut.
IE Singapore sudah memetakan sektor yang potensial di Makassar. Nah salah satu pokok agenda penting kehadiran Duta Besar Singapura untuk Indonesia, Anil Kumar Nayar ke Makassar, membahas teknis tentang Smart City.
"Kami akan share terkait Smart City bersama Wali Kota," kata Anil Kumar saat bertemu dengan Wapimred Tribun Timur dan Kontributor Kompas di Hotel Aryaduta Jl Penghibur, Makassar, Rabu (29/3/2017).
Secara detail, sejumlah program Pemkot yang memungkinkan ditawarkan kepada IE Singapore untuk dikembangkan yakni uji coba 2.000 titik lampu jalan, smart parking, solar shell (foating solar), dan e-government.
Sebelumnya, Duta Besar Singapura yang telah bertugas di Indonesia sejak 2012 itu bertemu dengan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo di Ruang Rapat Gubernur. Pertemuan keduanya membahas seputar hubungan di bidang ekonomi.
Anil Kumar mengatakan, kunjungannya kali ini hanya sebatas membuka komunikasi dengan Pemprov Sulsel. Selanjutnya akan mengkaji bidang apa saja yang menarik dijajaki. Selain pemerintah setempat, Kedubes juga sedianya akan berkomunikasi dengan para pengusaha lokal di Sulsel.
Baca: Ini Alasan Duta Besar Singapura ke Sulsel
Baca: Jalankan Program Smart City, Danny Pomanto Dapat Penghargaan dari Singapura
"Kita sudah kerja sama dengan Makassar, antara city to city. Selanjutnya, kami ingin melihat potensi untuk investasi di Sulsel secara keseluruhan. Ini untuk memperkuat peran Singapura sebagai hub di kawasan Asia Tenggara," ujar Anil.
Terpisah, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, menawarkan tiga potensi yakni bidang pertanian, pertambangan, dan pariwisata. Khusus bidang pariwisata, turis asal Singapura masuk lima besar terbanyak yang datang ke Sulsel.
"Sulsel punya minyak, gas, dan emas. Hasil pertanian besar. Tapi yang paling menjanjikan untuk dijadikan sektor pariwisata. Kita punya banyak sumber daya di sini. Saya persilakan kepada pihak Singapura untuk berkomunikasi dengan dinas terkait," kata SYL.
Tidak hanya itu, lelaki berkepala plontos itu juga mengajak makan siang Bupati Bantaeng, Nurdin Abdullah di Bellini Hotel Aryaduta kemarin.
Keduanya membahas apa? Saat dikonfirmasi Kabag Humas Pemda Bantaeng, Idham Kadir Bupati dan Dubes hanya ngobrol tentang perkembangan Kawasan Industri Bantaeng.
"Belom ada deal investasi. Hanya penjelasan saja secara umum yang dilakukan Pak Nurdin," katanya malam tadi.
Hari ini, Kamis (30 Maret) Anil Kumar berencana akan bertemu dengan Kadin dan Bulog. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/nayar2_20170330_144800.jpg)