Pengusaha Makassar Ini Setuju Pemasangan CCTV, Tapi Maunya Begini
Ia sedikit flash back kaOwner toko oleh-oleh Cahaya, Jimmy, setuju dengan keberadaan CCTV di tiap toko demi keamanan.
Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Ina Maharani
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pro kontra Perwali Kota Makassar yang mewajibkan seluruh pemilik toko memasang Closed Circuit Television (CCTV) direspons berbeda kalangan pengusaha.
Owner toko oleh-oleh Cahaya, Jimmy, kepada tribun-timur.com saat ditemui di tokonya, Selasa (28/3/2017), mengaku setuju dengan keberadaan CCTV di tiap toko demi keamanan. Namun biaya pengadaan dan operasionalnya ditanggung siapa?
"Harusnya oleh pemerintah," kata Jimmy
Ia sedikit flash back kala jalan-jalan di Taiwan belum lama ini. Ia naik taksi dan bertanya kepada sopirnya terkait keamanan sehubungan dengan di Taiwan.
"Pas saya tanya, sopir itu menjawab, keamanan di Taiwan cukup baik dan itu didukung CCTV yang banyak di sudut jalan," jelasnya.
Tetapi, CCTV banyak macamnya. Ada yang high resolution, ada low resolution.
"Yang low kata sopir itu percuma saja. Saya pikir kalau mau invest untuk keamanan, sekalian yang bagus. Jangan asal-asalan. Kan sayang ide bagus tetapi eksekusi buruk," bebernya.
Terpisah Ketua Asosiasi Usaha Hiburan Malam (AUHM) makassar, Zulkarnain Ali Naru setuju-setuju saja. Mengingat CCTV sudah menjadi alat mencegah dan sekalus bisa membuktikan tindak kejahatan dan pelanggaran hukum lainnya.
"Hampir semua THM di Makassar punya CCTV. Yah sekitar 98 persen lah. Dua persennya di karaoke umum di Jl Nusantara. Itu pun mereka menunggu janji Pemkot untuk memasang CCTV di sana," ujar Zul sapaan melalui WhatsApp malam tadi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/bababthe3_20170308_201955.jpg)