Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pungli Penerimaan Siswa Baru

Pekan Ini, Lima Guru SMAN 1 Makassar Diperiksa

"Kata saksi, selain diserahkan ke Kepala Sekolah, ada juga diserahkan langsung ke guru selaku tim panitia penerimaan siswa baru," paparnya.

Penulis: Hasan Basri | Editor: Anita Kusuma Wardana
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Sejumlah orangtua siswa SMA Negeri 1 Makassar menghadiri pemeriksaan di Kantor Kejaksaan Negeri, Makassar, Senin (13/03/2017). Mereka diperiksa secara tertutup di lantai II ruang penyidik Kejaksaan Negeri Makassar untuk diambil keteranganya sebagai saksi atas kasus dugaan praktik pungutan liar (pungli) penerimaan siswa baru di SMAN 1 Makassar. TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR-- Setelah pemeriksaan orangtua siswa, kali ini giliran lima guru SMA Negeri 1 Makassar dilayangkan panggilan oleh Kejaksaan Negeri Makassar.

"Kita agendakan pemanggilan tim panitia penerimaan siswa baru,"kata Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Makassar, Alham, Senin (20/3/2017).

Menurut Alham, pemanggilan kelima guru itu untuk mengklarifikasi dari hasil keterangan orangtua siswa yang menyebut bahwa mereka turut menerima pembayaran dari sejumlah siswa yang masuk lewat jalur offline.

Baca: Selama Dua Hari, Sudah 80 Ortu Siswa SMAN 1 Makassar Diperiksa

"Kata saksi, selain diserahkan ke Kepala Sekolah, ada juga diserahkan langsung ke guru selaku tim panitia penerimaan siswa baru," paparnya.

"Untuk memastikan kerlibatan guru ini kita tunggu hasil pemeriksaanya guna mencocokan dengan keterangan orangtua siswa," bebernya.

Baca: Kepsek SMAN 1 Makassar Jadi Tersangka Dugaan Pungli Penerimaan Siswa Baru

Kasus pungli penerimaan siswa baru di SMA N 1 Makassar menetapkan Kepala SMAN 1, Abdul Hajar. Hajar diduga memungut biaya kepada calon siswa baru Rp 5 juta sampai Rp 15 juta.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved