Tata Rasyid, Ayah Bagi Para Pecinta Alam

Rais Fatta, pendiri Komunitas Pecinta Alam (Arts Pala) Gowa merasakan kehilangan yang sangat dengan kepergian Tata.

Penulis: Waode Nurmin | Editor: Anita Kusuma Wardana
HANDOVER
suasana duka di rumah almarhum Tata Rasyid di Lembanna, Lingkungan Pattapang, Kecamatan Tinggimoncong, Gowa. 

Laporan Wartawan Tribun Timur Wa Ode Nurmin

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA- Tata Rasyid dikenal sebagai sosok yang sangat dekat dengan anak pecinta alam.

Rumahnya terbuka 24 jam bagi semua para pendaki baik sebelum dan sesudah mereka mendaki Gunung Bawakaraeng.

Baca: Innalillahi, Tata Rasyid, Juru Kunci Gunung Bawakaraeng Meninggal

Rais Fatta, pendiri Komunitas Pecinta Alam (Arts Pala) Gowa merasakan kehilangan yang sangat dengan kepergian Tata.

Tata Rasyid ( pakai ikat kepala) berfoto bersama para pendaki di Pos 9 Gunung Bawakaraeng.
Tata Rasyid ( pakai ikat kepala) berfoto bersama para pendaki di Pos 9 Gunung Bawakaraeng. (TRIBUN TIMUR/WA ODE NURMIN)

"Dia adalah saudara, teman, senior dan ayah bagi pecinta alam yang pernah menginjakkan kaki di Gunung Bawakaraeng. Kepergian Tata adalah musibah besar bagi kami pecinta alam," katanya saat dihubungi, Senin (13/3/2017).

Baca: Tata Rasyid akan Dimakamkan Siang Ini

Tata menghembuskan nafas terakhirnya sekira pukul 00.15 wita, Senin (13/3/2017) dini hari.

Sebelum meninggal, Tata dirawat di RS Faisal Makassar selama sebulan, sejak Januari hingga Februari.

Baca: Deng Ical Jenguk Tata Rasyid di RSI Faisal

Wakil Wali Kota Makassar, DR Syamsu Rizal MI menjenguk salah satu penjaga Gunung Bawakaraeng, Tata Rasyid yang sakit di RSI Faisal, Rabu (18/1/2017).
Wakil Wali Kota Makassar, DR Syamsu Rizal MI menjenguk salah satu penjaga Gunung Bawakaraeng, Tata Rasyid yang sakit di RSI Faisal, Rabu (18/1/2017). (CITIZEN REPORTER)

Usai keluar rumah sakit, Tata masih kembali ke aktivitasnya lagi. Mendaki gunung dan kerja di kebunnya.

"Tata itu bukan hanya dijadikan camp rumahnya, tapi bisa dijadikan tempat diskusi tentang alam. Sekaligus teman buat mendaki. Tidak ada mi itu disini yang bisa diajak naik gunung seperti Tata" katanya lagi.

Tak hanya teman yang baik untuk mendaki, Tata juga dikenal ramah dan suka melontarkan lelucon selama trekking bersamanya.

Kata-kata semangat pun selalu dia ucapkan ketika bertemu dengan pendaki lain saat nanjak ke puncak Bawakaraeng dan Lembah Ramma.

Kini orangtua dan teman bagi pecinta alam itu telah pergi selama-lamanya. Meninggalkan lima orang anak dan istri.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved