Berobat Pakai KIS, Kakek Asal Salletto Ditolak RSUD Sulbar

Jarak rumahnya dengan Kota Mamuju, tidak begitu jauh, hanya kurang lebih 6 kilometer.

Berobat Pakai KIS, Kakek Asal Salletto Ditolak RSUD Sulbar
nurhadi/tribunsulbar.com
Talambusang (76), kakek penderita kencing darah hanya bisa pasrah setelah ditolak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Regional Sulawesi Barat (Sulbar) pekan lalu. 

Laporan WartawanTribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Talambusang (76), kakek penderita kencing darah hanya bisa pasrah setelah ditolak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Regional Sulawesi Barat (Sulbar) pekan lalu.

Warga Dusun Ganno Satu, RT 3, Desa Salletto, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulbar, itu hanya bisa menahan perih dari penyakit yang di deritanya di gubuk berdinding kayu miliknya.

Saat mendatangi rumah sakit, Talambusang bersama keluarganya yang mengantar, memperlihatkan Kartu Sehat Indonesia (KIS) yang dimilikinya, namun diminta rawat jalan di rumah sakit lain.

Baca juga: 2017, Gowa Resmi Tak Pakai Lagi BPJS Kesehatan

Talambusang datang di rumah sakit sambil memegang alat keteternya.

Jarak rumahnya dengan Kota Mamuju, tidak begitu jauh, hanya kurang lebih 6 kilometer.

Talambusang sempat mendapatkan perawatan di RSUD Mamuju selama empat hari pada akhir Februari, akan tetapi, RSUD Mamuju meminta dia pulang lebih dulu tanpa melepas keteternya.

Pria yang memiliki sepuluh anak itu diminta kembali ke RSUD Mamuju oleh pihak RDUD Regional Sulbar.

"Katanya sudah di RSUD Mamuju, makanya tidak bisa di rawat rumah sakit regional," kata seorang keluarganya, Arifin, saat ditemui TribunSulbar.com.

"Nabilang ini om ku, lebih baik pulang meki di rumah, kita sudah di rumah sakit, tapi tidak bisa juga dirawat," ujar Arifin menambahkan.

Arifin sangat menyesalkan perlakuan rumah sakit karena menolak sebelum memberikan pelayanan.

"Mungkin karena kami ini orang miskin," tuturnya.

Pada tanggal 6 Maret pukul 14.00 Wita, Arifin memposting foto kondisi Talambusang dan rumahnya.

Postingan tersebut sempat viral di media sosial, Facebook.(*)

Penulis: Nurhadi
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved