P2PA Maros: Kekerasan Anak dan Perempuan Kerap Terjadi di Pelosok
Tim Khusus P2pA Maros diharap mampu menumbuhkan kepekaan saat melihat terjadinya kekerasan terhadap anak dan perempuan.
Penulis: Ansar | Editor: Suryana Anas
Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe
TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Kasus kekerasan anak di daerah terpencil rentan terjadi. Hal ini karena tidak adanya pengawasan.
Namun setelah tim khusus Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2PA) terbentuk, pengawasan akan ketat.
"Kalau di daerah terpencil, jika ada kekerasan terhadap anak dan perempuan, tidak ada tindakan oleh warga yang melihatnya. Makanya ini kerap terjadi," ujar Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan, Muh Idrus, Selasa (7/3/2017).
Ia mengatakan, warga yang membiarkan kekerasan terjadi disekitarnya, karena tidak adanya kepekaan yang dimilikinya. Dia tidak berani menegur dan tidak mau mengurus urusan rumah tangga lain.
"Sebenarnya, itulah sebuah kekeliruan yang terjadi. Warga hanya melakukam pembiaran. Padahal, itu menjadi tanggung jawab kita bersama," ujarnya.
Idrus berharap, para pemudas dan OKP bisa menumbuhkan kepekaan saat melihat terjadinya kekerasan terhadap anak dan perempuan.
"Kami sangat berharap, pemuda dam OKP memiliki rasa tanggungjawab terhadap kekerasan yang terjadi disekitarnya. Harus ada tindakan pencegahan," ujarnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/rujsf_20170307_130457.jpg)