Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pengerjaan Pasar Sentral Sungguminasa Dilanjutkan

Ma'ruf pun menjelaskan anggaran itu nantinya akan digunakan untuk pemasangan lantai granit, paving blok dan saluran air.

Penulis: Waode Nurmin | Editor: Ina Maharani
TRIBUN TIMUR/WA ODE NURMIN
luas lods yang dinilai terlalu kecil membuat para pedagang di Pasar Sentral Sungguminasa mengeluh. Mereka bahkan meminta agar luasnya bisa ditambah. 

Laporan Wartawan Tribun Timur Wa Ode Nurmin

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA- Meski sempat dihentikan proses pembangunannya tahun lalu, pengerjaan Pasar Sentral Sungguminasa akan kembali dilanjutkan tahun ini.

Kepala Bidang Bina Pasar Disperindag Gowa Ma'ruf Salam, mengatakan saat ini mereka sedang menunggu anggaran turun dari Kementerian Perdagangan untuk melanjutkan pembangunan.

"Yang kemarin kan sempat terhenti karena anggaran pembangunan dipotong kurang lebih Rp 2.039.000.000 M akibat adanya pengurangan APBN. Jadi kita tunggu Kementerian Perdagangan turunkan anggarannya lagi untuk dilanjutkan," katanya Selasa (28/2).

Ma'ruf pun menjelaskan anggaran itu nantinya akan digunakan untuk pemasangan lantai granit, paving blok dan saluran air.

"Bukan hanya itu ada beberapa lagi, tapi saya tidak hafal ada di rancangan anggaran belanja (RAB) nya. Tapi intinya itu pemasangan lantai granit dan saluran air khusus di lods basah," katanya yang sedang meninjau pembangunan Pasar Lauwa.

Sementara terkait luas lods, Ma'ruf mengatakan tidak ada perubahan meski sebelumnya ada penolakan dari pedagang yakni kios seluas 2 X 3 meter dan lods 1,5 X 2 meter.

Adanya penundaan pembangunan itu pun membuat pembagian lods dan kios belum dilakukan. Pasalnya Disperindag Gowa khawatir akan ada saling klaim sementara proses pembangunan belum rampung.

"Tapi kalau nama-nama pedagang sudah ada. Dan yang data itu bukan kami tapi bagian keuangan, kepala pasar dan PPK nya,".

Kelanjutan pembangunan ini juga masih menunggu juknis dari pusat. Pasalnya Disperindag masih belum mengetuai apakah masih akan menggunakan rekanan kontraktor tahun sebelumnya atau tidak. Meski menurut Ma'ruf mereka sudah membuat Adendum kontrak terkait anggaran senilai yang dikurangi tahun lalu. (Won)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved