Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Penjelasan Pertamina soal 'Gratis Isi Full Tangki Anda' pada 29-30 Februari

"Sebagai ungkapan terima kasih kami, gratis isi full tangki Anda! Hanya tanggal 29-30 Februari 2017. Berlaku di seluruh SPBU Pertamina,"

Editor: Edi Sumardi

TRIBUN-TIMUR.COM - Pada media sosial dan grup aplikasi pesan instan sedang beredar meme pemberitahuan adanya pembagian gratis bahan bakar minyak atau BBM untuk kendaraan bermotor pada SPBU Pertamina.

"Sebagai ungkapan terima kasih kami, gratis isi full tangki Anda! Hanya tanggal 29-30 Februari 2017. Berlaku di seluruh SPBU Pertamina," demikian tulisan pada meme itu.

pertamina hoaz

Apakah informasi itu benar?

Mungkin bagi sebagian orang yang tak cermat dalam menangkap informasi, bisa saja isi meme itu dipercaya, terlebih terdapat logo PT Pertamina (Persero).

Namun, bagi orang yang cermat dalam menerima informasi, informasi dalam meme ini tak dapat dipercaya atau hoax (berita palsu).

Mengapa?

Pertama, tanggal disebutkan sebagai tanggal pembagian BBM gratis adalah 29 Februari 2017 hingga 30 Februari 2017.

Pada tahun 2017, jumlah hari pada bulan Februari hanya 28 hari.

Tanggal 29 Februari hanya ada setiap empat tahun sekali.

Pada tahun 2016, terdapat 29 Februari.

Selanjutnya, tanggal yang sama baru akan ditemui lagi pada tahun 2020 atau empat tahun kemudian.

Tanggal 29 Februari adalah hari ekstra pada akhir bulan Februari pada setiap tahun kabisat, yang merupakan hari ke-60 pada tahun kabisat dalam kalender Gregorian.

Sementara itu, tanggal 30 Februari tak pernah ada.

Kedua, manajemen Pertamina melalui fanpage resminya pada Facebook, mengonfirmasi jika informasi pada meme itu adalah hoax.

"Hai sobat, Selalu pantau Channel resmi Pertamina untuk Informasi dan Promo yang Valid ya. Serta selalu waspada terhadap informasi Hoax," demikian ditulis admin fanpage itu.

Meme itu, oleh Pertamina, diberi tanda silang (salah), lalu diimbuhi tulisan "Waspada hoax! Waspada terhadap informasi hoax yang mengatasnamakan Pertamina, selalu pantau channel resmi pertamina atau hubungi Pertamina Contact Center 1 500 000 dengan email pcc@pertamina.com."

Siapa dalang di balik pembuatan meme hoax ini?

Hingga berita ini ditayangkan, belum diketahui.

Isi BBM Lebih Baik pada Malam Hari

Satu di antara sifat BBM, yakni memuai dan menguap di dalam tangki jika suhunya bertambah.

Menurut penjelasan peneliti dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Dr Ing Ir Tri Yuswidjajanto Zaenuri, perlu diketahui ternyata hal ini memengaruhi pembelian ritel BBM.

Demikian dikutip dari Kompas.com.

BBM di tangki SPBU, khususnya ketika kondisi cuaca panas terik, bisa memuai dan menguap.

Dampaknya, saat BBM dikonsumsi kendaraan konsumen, jumlah liter yang tertera pada dispenser bisa jadi lebih besar dan tidak sesuai dengan massanya.

Itu artinya konsumen perlu membayar lebih banyak.

“Kan kita bayar rupiah per liter, ketika temperaturnya tinggi liternya bertambah padahal massanya tetap. Berarti yang kita bayar lebih untuk mendapatkan massa yang sama,” ucap Tri yang menyarankan lebih baik mengisi BBM pada malam hari ketimbang siang, Senin (21/11/2016).

BBM berbentuk cairan memuai ketika panas, cairan ini yang dihitung pada dispenser dalam jumlah liter, sedangkan uap tidak.

Tangki SPBU punya mekanisme khusus yang menyalurkan uap ke posisi dasar tangki.

Walau jumlah liter dengan massa bisa berbeda, perbedaan ini pada konsumen tidak signifikan karena skalanya sangat kecil.

“Bedanya enggak sampai setengah liter juga. Misalnya densitas BBM 0,78 kg per liter, tergantung kenaikan temperatur, misalnya cuma menjadi 0,75 kg per liter. Ini kan bedanya kecil sekali, tapi kalau skala industri tentu berpengaruh makanya ada cara khusus menghitung namanya liter 15,” ucap Tri.

Skala industri

Pembelian BBM dalam skala industri bisa mencapai kilo liter maka itu butuh penyeragaman agar tidak ada pihak yang dirugikan.

Penyeragaman itu dikenal dengan nama Volume Corection Factor (VCR) menggunakan tabel ASTM 54.

Penghitungan volume BBM dilakukan berdasarkan suhu 15°C, satuan internasional ini digunakan untuk mendapatkan volume bersih dalam satuan kilo liter.

Jadi, di manapun BBM diukur volumenya, dikonversi dulu ke temperatur 15°C berdasarkan tabel.

“Jadi, ketika truk tangki datang, temperatur dan densitas BBM-nya diukur. Setelah itu dikonversi, jika bersuhu 15 °C kira-kira densitasnya berapa, itu yang dipakai sebagai transaksi biar adil. Jadi diterima rupiah per liter kalau BBM itu temperaturnya 15 °C. Itu dikonversi lewat tabel,” urai Tri.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved