Kisah Lucu, Obama dan Motor Bututnya
"Waktunya satu bulan setengah, apabila tidak bisa dijalankan maka kita akan adakan resuflle di kepengurusan," katanya.
Penulis: Muh. Hasim Arfah | Editor: Ina Maharani
Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasim Arfah
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Ketua Pembinaan Daerah Wilayah Sulawesi I Dewan Pimpinan Pusat Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA), Bahar Ngitung pun membuat tawa pecah saat ngopi bareng dengan elit Hanura Sulsel.
Terlihat hadir, Wasekjen DPP Partai Hanura Muchtar Ammar, Ketua DPD Hanura Hanura Sulsel Ambo Dalle, Ketua OKK DPD Hanura Sulsel Stefanus, Wakil Ketua DPD Hanura Sulsel Baharuddin Baso Tika, Ketua Fraksi DPRD Sulsel Umbar Ismail, Bendahara DPD Hanura Sulsel Rahman Waya.
"Ingat yah, kita ini ingin berlari kencang, kita tak butuh motor butut. Kita butuh motor Harley yang mampu berlari kencang dan lama," katanya di Clarion Hotel, Jl AP Pettarani, Makassar, Sulsel, Minggu (19/2/2017).
Sehingga, dia pun menetapkan sebuah syarat khusus untuk calon kader.
"Kader mesti loyal, mau bekerja untuk partai, mau jadi anggota legislatif dan paling penting bukan mantan koruptor," katanya.
Ambo Dalle pun cekikikan, sembari menaruh telunjuk di bibirnya.
Muchtar Ammar pun menunduk kemudian tersenyum.
"Yang syarat terakhir itu bukan dari kami tapi kami mendengarkan himbauan KPK untuk tidak menjadikan kader seorang tersangka apalagi mantan koruptor," katanya.
Sehingga, dia pun memerintahkan kepada Ambo Dalle untuk merekrut minimal 20 pengusaha, birokrat, tokoh masyarakat dan mantan anggota DPRD untuk level provinsi.
"Waktunya satu bulan setengah, apabila tidak bisa dijalankan maka kita akan adakan resuflle di kepengurusan," katanya.
Khusus untuk kabupaten/kota, Hanura pun meminta elit daerah untuk merekrut 10 tokoh masyarakat.
"Pekerjaan ini tak ringan, tapi inilah cara supaya Hanura tidak menjadi partai penonton saja," katanya.
Sementara itu, Muchtar pun mengatakan Hanura punya harapan besar pada pemilu 2019.
"Kita minimal kita berada di posisi keempat. Boleh dikata kita hanya sebagai penonton selama ini," katanya.
Ia mengatakan selama ini Hanura hanya pelengkap penderita dari partai lain.
"Kita ingin Hanura disegani dan dihormati. Hanura harus bangkit, pasti akan perubahan struktur," katanya.
Hanura menjadi pemenang keempat pada level daerah Se-Sulsel, posisi ketujuh pada pemilu level provinsi dan posisi kesepuluh pada level nasional pada Pemilu 2014. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/rupanya-ada-beber_20150622_132558.jpg)