Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Bertahan ala Minyak Tawon

Professor Ozosawa adalah professor pertanian Universitas Ehime yang sekarang menjadi senior expert JICA yang mengawasi beberapa project JICA

Editor: Anita Kusuma Wardana
Ir Iqbal Jawad MSc PhD 

Oleh:

Iqbal Jawad

Dosen Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Unhas

TRIBUN-TIMUR.COM - Jumat, tanggal 17 Februari 2017, orangtua Prof Katsuya Ozosawa meninggal dunia di Rumah Sakit (RS) Grestelina Makassar. Professor Ozosawa adalah professor pertanian Universitas Ehime yang sekarang menjadi senior expert JICA yang mengawasi beberapa project JICA di Sulawesi Selatan.

Orang tua beliau menghembuskan nafas terakhir dalam umur 93 tahun. Beliau sengaja mengajak orang tuanya ke Makassar sejak 1,5 tahun untuk bisa merawat sekaligus lebih dekat dengan orang tuanya.

Saya sudah lama kenal dengan Ozosawa sensei, selain karena sudah meneliti Sagu di Sulawesi Selatan tepatnya di Kabupaten Luwu, juga karena saya sudah sering berinteraksi selama di Jepang. Malam sebelum dimakamkan saya menyempatkan diri ke rumah duka.

Pada saat melayat, di ruma duka sudah ada Kepala Kantor Konsulat Jepang di Makassar, Mr. Tani dan Mrs. Midori pegawai perusahaan kopi Toarco, dan belakangan Ibu Agnes Rampisela, sahabat Ozosawa Sensei semasa kuliah di Kyoto University serta suaminya, Pak Rusli juga ikut bergabung.

Di dalam rumah Ozosawa Sensei sudah mirip rumah kebanyakan orang Indonesia, karena bumbu-bumbu, minuman di dapurnya sudah produk-produk Indonesia termasuk bir yang dikeluarkan dari kulkasnya juga merek Bir Bintang.

Salah satu yang menarik adalah di atas meja ada minyak tawon. Saya iseng tanya ke beliau apakah juga memakai minyak tawon secara rutin? Beliau menjawab bahwa salah satu obat andalannya adalah minyak tawon, malahan orang tuanya pun selalu diolesi minyak tawon selama berada di Makassar. Orang tua beliau pun sangat cocok dengan minyak tawon.

Pembicaraan berkembang dan semakin jauh tentang minyak tawon. Menurut penuturan Pak Rusli, minyak tawon adalah satu-satunya produk asli Makassar yang sudah bertahan kurang lebih 104 tahun.

Pak Rusli banyak mengetahui tentang Minyak Tawon ini karena berteman dan seangkatan dengan Bapak Eddy Mattualy, generasi ketiga yang sekarang memimpin PT Tawon Jaya Makassar, yang memproduksi minyak tawon.

Sejak Desember 1912

Pak Eddy Mattualy merupakan alumni Fakultas Ekonomi Unhas sebelum melanjutkan studinya di Amerika. Minyak gosok cap tawon sudah ada di Makassar sejak 6 Desember 1912. Didirikan oleh seorang China bernama Lie A Liat, yang dilanjutkan dilanjutkan oleh anaknya yang bernama Frans Mattualy, orang tua Eddy Mattualy.

Menurut Pak Rusli, Eddy Mattualy-lah yang berinovasi dan berimprovisasi menjaga mutu minyak tawon Makassar ini. Pada saat Eddy memimpin mendapat estafet dari bapaknya untuk memimpin PT Tawon Jaya Makassar, beliau merekrut beberapa alumni jurusan Farmasi FMIPA Unhas untuk ikut meningkatkan mutu minyak tawon Makassar.

Pak Eddy dan teman-temanya inilah serta dukungan dari pekerja lain yang konon kabarnya sudah bekerja di PT Tawon selama kurang lebih 50 tahun bahu membahu mempertahankan minyak tawon.

Pak Rusli menambahkan bahwa tidak ada istilah pensiun di PT Tawon karena walaupun sudah memasuki usia pensiun mereka masih dibolehkan kerja walaupun gajinya harus dipotong 50 % dari gaji biasa.

Kontribusi Pekerja

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved