Makassar Krisis Ikan Laut, Ini Penyebabnya

Hal tersebut disebabkan karena cuaca ekstrem sedang melanda Kota Makassar tiga hari ini.

Makassar Krisis Ikan Laut, Ini Penyebabnya
HANDOVER
ikan di Paotere 

Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy

TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Ikan hasil tangkapan nelayan di pelelangan paotere Makassar kian merosot.

Hal tersebut disebabkan karena cuaca ekstrem sedang melanda Kota Makassar tiga hari ini.

Kepala UPTD PPI (Pangkalan Pendaratan Ikan) Paotere Makassar Abbas Rani  Sabtu (4/2/2017) mengatakan minimnya pasokan ikan laut di Makassar juga terlihat dari catatan PPI Paotere.

Jumlah ikan yang sedianya 45 ton perhari, merosot jadi 20 ton perhari. Padahal kata Abbas, pada kamis baru ini, PPI Paotere masih mengumpul sebanyak 25 ton ikan laut.

"Gelombang laut ini membuat khawatir para nelayan, sehingga tidak ada yang melaut," ujar Abbas.

Minimnya produksi ikan laut dari tangkapan nelayan, itu berpengaruh dengan harga ikan laut di pasaran.

Menurut Abbas, ikan merah yang biasanya seharga 15 perkilonya, kini seharga 25 ribu perkilo.

Selain berdampak pada harga ikan yang kian melonjak tinggi, PPI Paotere pun kata Abbas tidak bisa memasok ikan laut ke sejumlah daerah seperti Toraja, Enrekang, Maros,dan Gowa.

"Makassar saja tidak cukup, apalagi kita mau kirim kesana. Jadi untuk sementara tidak ada lagi yang dikirim ke luar daerah ikan yang ada hanya untuk warga Makassar," katanya.

Sekdar diketahui, PPI Paoter mencatat bahwa perahu yang beroperasi di Paoter berjumlah 11.500, sedangkan nelayan sebanyak 12 ribu

Penulis: Saldy Irawan
Editor: Ina Maharani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved