Ini Perbedaan Pelayanan Kesehatan di Australia dan Indonesia
Terungkap saat International Symposium FK Universitas Bosowa (Unibos)di Auditorium Aksa Mahmud
Penulis: Hasrul | Editor: Suryana Anas
Laporan Wartawan Tribun Timur Hasrul
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR --Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Bosowa (Unibos) menggelar International Symposium di Auditorium Aksa Mahmud, Lt 9 Gedung II Unibos, Rabu (1/2/2017).
Symposium tersebut mengangkat tema A Comparison Of Health Services Between Indonesia and Australia yang dihadiri sivitas Unibos dan mahasiswa Fakultas Kedokteran se-Kota Makassar.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan informasi kualitas pelayanan kesehatan di Australia dan Indonesia dengan menghadirkan pemateri David Robert dan dr Naisyah T Azikin MKes.
dr Naisyah T Azikin MKes menuturkan jika di Makassar, pelayanan kesehatan sudah dilakukan sesuai dengan standar minimal yang juga diusung dari beberapa program yang dijalankan secara nasional untuk meningkatkan angka sehat di negara ini.
“Posisi sekarang orang sehat dan sakit itu berada diangka 70 persen dan 30 persen, dan 30 persen ini ada untuk posisi yang sakit," ujar dr Naisyah T Azikin dalam rilis yang diterima Tribun.
Beberapa program dinas kesehatan yang dijalankan untuk membantu meningkatkan kesehatan itu dengan peningkatan akses dan memberikan fasilitas yang bisa mengefesienkan layanan.
"Salah satunya termasuk telemedicine yang memudahkan masyarakat untuk mengetahui sakit yang dialami dalam waktu yang lebih singkat," ujar kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar ini.
Sementara David Robert mengungkapkan jika di Australia, pelayanan kesehatan tidak berbeda jauh dengan Indonesia. Termasuk asuransi kesehatan yang diperuntukan bagi setiap warga.
“Tidak ada perbedaan jauh terkait layanan kesehatan ini. Hanya saja di Australia, asuransi kesehatan dihimpun dari pembayaran pajak, sehingga setiap warga bisa mendapatkan layanan gratis tanpa membedakan tingkat atau kelas warga," ungkap mahasiswa Murdoch University tersebut.
Dekan FK Unibos, dr Alwi A Mappiasse menambahkan kegiatan tersebut tidak lain membantu untuk membentuk dokter
yang unggul. Salah satunya dengan memberikan informasi dari pihak eksternal terkait kesehatan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/fknis_20170201_202843.jpg)