Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Film Lion Diputar Perdana di Makassar

Perjuangan panjang Sarro dituangkan dalam buku ditulisnya sendiri berjudul "A Long Way Home"

Penulis: Edi Sumardi | Editor: Anita Kusuma Wardana
Film Lion 

TRIBUN-TIMUR.COM-Bocah bernama Saroo Brierley (5), pada tahun 1986, ikut bersama kakaknya, Guddu pergi bekerja serabutan dari kampungnya diberi nama Ganestalay.

Dua bersaudara yang yatim itu tiba di stasiun kereta api di Khandawa, Madhya Pradesh, India bagian tengah, pada malam hari.

Di tengah remangnya cahaya lampu stasiun, Saroo diminta oleh Guddu untuk menunggu. Guddu pergi sejenak dan berjanji akan kembali.

Saat sang kakak pergi, Saroo tertidur di gerbong kereta yang kosong penumpang.

Petugas stasiun maupun petugas kereta api tak mengetahui jika ada bocah di antara kursi yang kosong.

Saroo yang juga tanpa sadar terbawa pergi oleh kereta menuju ke Kolkata atau Kalkuta, ibu kota Benggala Barat, kota terbesar kedua di India setelah New Delhi.

Dia baru sadar saat terbangun pada pagi harinya ketika matahari sudah terbit saat kereta sedang melaju.

Berkilo-kilometer jarak telah ditempuh kereta itu. Jarak dari Khandawa ke Kolkata sekitar 1.600-an kilometer, ditempuh selama lebih dari 24 jam.

Saroo kemudian panik dan berteriak sekeras-kerasnya meminta tolong, namun tak ada mendengarnya, termasuk masinis kereta api itu.

"Tolong, tolong," kata Saroo sekeras-kerasnya dari jendela kereta.

Di suatu pemberhentian, antara Khandawa dengan Kolkata, dia juga meminta tolong kepada seorang wanita, namun orang itu tak menghiraukannya sebab seperti mengalami kelainan mental.

Setelah menempuh perjalanan panjang, tibalah kereta di pemberhentian terakhirnya di Kolkata. Di tengah kerumuman orang, Saroo yang berpakaian lusuh kebingungan.

Dia berusaha agar ada orang bisa membantunya pulang kembali ke rumahnya di Ganestalay yang jauh itu.

Namun, di tengah usaha itu, dia menemui kendala besar karena bahasa dikuasainya hanya bahasa Hindo sedangkan masyarakat di Kolkata menggunakan bahasa Bengali.

Saroo yang kesasar kemudian hidup terkatung-katung di kota itu selama beberapa minggu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved