Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Mendikbud Imbau Guru Hindari Mengajar dengan Metode Ceramah

Sehingga Prof Muhajir menginginkan dilakukan perombakan metode pengajaran di tingkat universitas yang mencetak guru seperti UNM

Penulis: Hasrul | Editor: Anita Kusuma Wardana
TRIBUN TIMUR/ MUH ABDIWAN
Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia Wilayah Sulawesi Selatan menggelar Seminar Nasional Pendidikan di Ballroom Teater Menara Pinisi UNM Jl AP Pettarani Makassar, Jumat (20/1/2017).Seminar Nasional dengan tema Membangun SDM yang Unggul dengan Pendidikan yang Berkualitas dan Bermartabat dipandu langsung oleh ketua Dewan Pendidikan Sulsel, Dr Andi Suryadi Culla.Panitia Pelaksana menghadirkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Prof Dr H Muhajir Effendy MAP sebagai narasumber tunggal dalam Seminar yang dihadiri ratusan peserta. tribun timur/muhammad abdiwan 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasrul

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR --Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Prof Dr H Muhajir Effendy MAP mengatakan guru harus lebih kreatif dalam mengajar, tidak lagi menggunakan metode ceramah dalam kelas karena metode tersebut dinilai paling buruk dalam tatanan pendidikan.

"Metode cerama adalah metode yang paling tidak diridhohi oleh Allah SWt," kata Prof Muhajir disambut tepuk tangan dari para peserta Seminar Nasional di Ballroom Teater Menara Pinisi UNM, Jl AP Pettarani Makassar Jumat, (20/1/2017).

Prof Muhajir mengungkapkan, saat mengikuti pendidikan di kampus khususnya di program studi Pendidikan Gurus Sekolah Dasar (PGSD) dan lanjut program SM3T diajari banyak metode mengajar dan diaplikasikan langsung.

Sehingga Prof Muhajir menginginkan dilakukan perombakan metode pengajaran di tingkat universitas yang mencetak guru seperti UNM, dimana mahasiswa harus difokuskan bagaimana mendidik dan membentuk karakter siswa buka memindahkan atau transfer pelajaran dari guru ke siswa.

"Yang kita utamakan adalah pendidikan karakter, guru itu tugasnya bukan mentransfer pelajaran tetapi membentuk karakter agar siswa lebih aktif lagi," kata Prof Muhajir.

Prof Muhajir juga menegaskan akan meninjau kembali kebijakan 24 jam tatap muka dalam sepekan bagi guru untuk mendapatkan tunjangan profesi.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved