Alasan Bule Jerman Mau Dinikahi Brondong Walau Petani, dari Kampung, Tak Tamat SD
Sebelum memutuskan menikah, Ermina terlebih dulu memeluk agama Islam, mengikuti agama Sumardin.
Penulis: Chalik Mawardi | Editor: Edi Sumardi
Laporan Wartawan TribunLutra.com, Chalik Mawardi
MASAMBA, TRIBUN-TIMUR.COM - Hati bule asal Jerman, Ermina Fransica (35) tengah berbunga-bunga setelah dipersunting oleh pujaan hatinya, Sumardin (29), warga Desa Baloli, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Selasa (17/1/2017).
Akad nikah keduanya berlangsung secara sederhana di Kantor Urusan Agama (KUA) Masamba.
Kepada TribunLutra.com, Ermina mengaku tidak pernah menyangka akan menikah dengan orang Indonesia.
"Tapi kami dipertemukan Allah," kata Ermina dalam bahasa Indonesia terbata-bata, Rabu (18/1/2017).
Jodoh itu rezeki, namun kapan dan bagaimana bertemunya itu misteri.
Jodoh merupakan rahasia yang hanya diketahui oleh Allah dan hanya berada di tangan-Nya.
Jodoh kadang datang melalui cara tidak disangka-sangka dan tidak bisa diterka.
Ermina adalah wanita asal Würzburg, sebuah kota otonom di Bayern, Jerman.
Bayangkan, jarak Würzburg dengan Masamba, berdasarkan peta elektronik, mencapai 11,6 ribu kilometer.
Jarak itu setara dengan 35 kali lipat jarak Masamba dengan Makassar, ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan.
Masamba dengan Makassar berjarak 324 kilometer.
Seperti peribahasa, asam di gunung garam di laut bertemu dalam satu belanga.
Maksud dari peribahasa itu adalah jodoh seseorang bisa saja berasal dari tempat yang jauh, tetapi bertemu juga.
Sebelum memutuskan menikah, Ermina terlebih dulu memeluk agama Islam, mengikuti agama Sumardin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/sumardin-and-ermina_20170118_020041.jpg)