Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Sebulan Sebelum Dinikahi Pemuda Luwu Utara, Wanita Jerman Ini Masuk Islam

Sumardin dan Ermina melangsungkan pernikahan secara sederhana di Kantor Urusan Agama (KUA) Masamba, Selasa pagi.

Tayang:
Penulis: Chalik Mawardi | Editor: Imam Wahyudi
chalik/tribunlutra.com
Sumardin, pemuda asal Desa Baloli, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, menikahi bule asal Jerman bernama, Ermina Fransica di Kantor Urusan Agama (KUA) Masamba, Selasa (17/1/2017). 

TRIBUNLUTRA.COM, MASAMBA - Ermina Fransica (35), wanita asal Jerman memutuskan memeluk agama Islam demi menikah dengan Sumardin (29), warga Desa Baloli, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulsel.

Ermina yang ditemui di Baloli mengatakan dirinya telah memeluk Islam atau mualaf sejak sebulan terkahir.

"Sudah sebulan terakhir ya," kata Ermina kepada TribunLutra.com, Selasa (17/1/2017).

Bule asal Wurzburg, Jerman ini menjelaskan sebelum masuk Islam dirinya tidak memiliki keyakinan atau atheis.

"Sebelumnya tidak ada (agama), saya masuk (Islam) karena mau menikah," kata Ermina didampingi Sumardin.

Sumardin dan Ermina melangsungkan pernikahan secara sederhana di Kantor Urusan Agama (KUA) Masamba, Selasa pagi.

Saat akad nikah Sumardin menggunakan kopiah, sementara Ermina memakai kerudung.

Sumardin dan Ermina yang ditemui TribunLutra.com di kediamannya, Baloli, mengatakan awal pertemuan mereka terjadi saat Ermina berkunjung ke Baloli.

Di desa yang hanya berjarak sekitar dua kilometer dari pusat Kota Masamba, Ibu Kota Luwu Utara itu, Ermina bersama beberapa rekannya mendirikan sebuah rumah pohon.

"Awal bulan tiga (2016) saya datang di sini (Baloli) tinggal di rumah Adnan (rekannya) untuk project rumah pohon," kata Ermina dalam bahasa Indonesia yang terbata-bata.

Dalam project rumah pohon tersebut Sumardin yang merupakan rekan Adnan juga terlibat didalamnya.

"Disitu awalnya kita mulai kenalan," tambah bule asal Wurzburg, Jerman, tersebut.

Setelah berpacaran beberapa bulan, hasrat untuk hidup bersama selamanya timbul pada bula September 2016.

"Pada bulan sembilan kami mengurus berbagai persyaratan untuk bisa menikah," paparnya.

Sementara itu, Kepala KUA Masamba, Hatta Yasin, membenarkan pernikahan keduanya.

"Iya benar ada pria asal Balebo (Baloli) menikah dengan bule tadi pagi," kata Hatta.

Bulan Juli 2016 lalu, tribunlutra.com memberitakan seorang pemuda asal Medan, Sumatera Utara, Edi Suranta Ginting (37) mendirikan sebuah rumah pohon di Desa Baloli, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Rumah pohon dibangun di atas sebuh pohon yang berada di pinggir Sungai Masamba.

Selain unik, rumah pohon itu juga dijadikan tempat belajar bahasa Inggris untuk warga setempat.

Sejak dirintis pada Februari 2016 lalu, rumah pohon tiga lantai itu telah didatangi wisatawan asing dan menyempatkan diri untu mengajar bahasa Inggris.

Selain dijadikan tempat belajar, rumah pohon itu juga dijadikan pilot project rumah yang dibuat dari berbagai jenis sampah rumah tangga.

"Salah satu yang kami lakukan di rumah pohon ini yakni membuka kelas belajar bahasa Inggris dan menghadirkan orang-orang asing dari berbagai negara yang sedang berwisata di Indonesia," jelas Edi kepada TribunLutra.com, Kamis (21/7/2016).

Saat TribunLutra.com berkunjung ke rumah pohon tersebut dua orang warga asing asal Prancis sedang mengajar bahasa Inggris.

"Bule-bule yang mengajar di sini adalah bule yang sedang kunjungan wisata ke Indonesia dan menyempatkan diri datang di sini. Mereka tidak ada yang lama karena visa yang digunakan adalah visa wisata," katanya.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved