Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

CITIZEN REPORTER

Kepala Kemenag Sulsel Tegaskan Pertambahan Kuota Haji di Jeneponto

Penambahan kuota ini tentunya akan berimplikasi positif juga bagi seluruh Provinsi, termasuk Sulsel.

Penulis: CitizenReporter | Editor: Anita Kusuma Wardana
CITIZEN REPORTER
Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, Abd Wahid Thahir 

Mawardy Siradj

Pelaksana Subbag Informasi dan Humas Kanwil Kemenag Sulsel

Melaporkan dari Jeneponto

TRIBUN-TIMUR.COM-Kementerian Agama (Kemeng) Sulsel menggelar ramah tamah dalam rangka Hari Amal Bakti ke-71 di Kabupaten Bantaeng, Kamis (12/1/2017).

Acara yang dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut dihadiri ribuan undangan, termasuk pejabat dari unsur Muspida Kabupaten Jeneponto.

Dalam acara tersebut, Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, Abd Wahid Thahir menyampaikan kabar gembira bagi umat Islam di seluruh Indonesia, khususnya Sulsel.

Pasalnya, berkat kesuksesan lobby antara Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama RI dengan Kerajaan Saudi Arabia, akhirnya Kuota Haji tahun ini bisa Kembali normal bahkan ditambah lagi 10 ribu, jadi Kuota Haji Nasional yang dulunya 168.800 menjadi 221.000.

Penambahan kuota ini tentunya akan berimplikasi positif juga bagi seluruh Provinsi, termasuk Sulsel.

"Kalau sebelum sebelumnya Sulsel hanya memperoleh kuota 5777 jemah Haji, dengan Kembali normalnya Kuota Nasional maka Sulsel akan kebagian jatah jumlah jemaah haji 7221 orang,"katanya.

Selain itu, dengan penambahan jumlah Kuota tersebut secara otomatis juga akan berimplikasi pada berkurangnya waktu daftar tunggu termasuk Sulsel yg secara masional saat ini menempati urutan teratas dalam hal jumlah waiting list.

Kementerian Agama khususnya di Sulsel akan segera melakukan langkah strategis dalam menyikapi dan menindaklanjuti kondisi terbaru ini dan akan berkoordinasi dengan fihak Dirjen PHU di Kemenag Pusat, utamanya yg terkait dengan tambahan kuota 10 ribu tersebut.

"Kami akan berusaha keras agar pembagiannya bisa disesuaikan menurut daerah atau propinsi yang daftar tunggunya paling lama,"harap Wahid Thahir.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved