Gerah Parkir Liar, Pemkot Makassar Segera Datangkan 150 Gembok
Rencananya, gembok yang diadakan dengan anggaran negara sebesar Rp 600 juta tersebut, bakal di drop ke Makassar pada Maret mendatang.
Penulis: Saldy Irawan | Editor: Anita Kusuma Wardana
Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Maraknya parkir liar di Kota Makassar membuat jajaran Dinas Perhubungan Makassar berang, Kamis (12/1/2017).
Untuk itu, di tahun 2017 ini, Dinas Perhubungan Makassar segera mengadakan 150 unit gembok kendaraan khusus roda empat.
Kepala Dinas Perhubungan Makassar, Mario Said mengatakan gembok roda empat ini diadakan untuk mempertegas penindakan parkir liar yang ada di Makassar.
Parkir liar di Makassar, kata Mario, sudah tidak bisa di tolelir lagi, pasalnya aktivitas ini tidak sekadar memacetkan ruas jalan raya, tapi juga melanggar peraturan berlalulintas.
Rencananya, gembok yang diadakan dengan anggaran negara sebesar Rp 600 juta tersebut, bakal di drop ke Makassar pada Maret mendatang.
Saat ini, Mario mengakui sangat kesulitan menindak parkir liar di jalan raya, karena minimnya stok gembok.
Adapun gembok yang dimiliki Dishub Makassar saat ini hanya berjumlah 5 unit.
Olehnya itu, Mario berharap setelah kedatangan 150 unit gembok ini, besar harapan Marios tak ada lagi parkir diatas jalan raya.
Mario membeberkan, selama 2017 ini ia telah berhasil menertibkan 10 kendaraan roda empat. Sedangkan di 2016 itu berjumlah 413 mobil.
Adapun titik parkir liar di Makassar yakni Jl Kartini, Jl Hasanuddin, Beulovard, Patimura, Balaikota, Slamet Riyadi.
Sementara itu, Rahman pengunjung Kantor Balaikota Makassar ikut menanggapi persoalan parkir liar di Makassar.
Ia menyarankan, jika ingin memberantas parkir liar, kiranya Pemkot Makassar membentuk regulasi yang dapat membuat jerah oknumnya.
"Yaa. Paling tidak penjarakan oknumnya. Pasti takut mi itu," ujarnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/mario-said_20170112_183743.jpg)