Tuntutan LMND , SIkapi Kenaikan Biaya STNK dan BBM
di awal tahun ini pemerintah Indonesia mulai membuat aturan yang tidak pro terhadap rakyat, bahkan mengancam kesejahteraan.
Penulis: Darul Amri Lobubun | Editor: Ina Maharani
Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Usai demonstrasi di Flyover, massa dari Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi (Lmnd) Sulsel lanjutkan demo didepan pintu dua kampus UMI, Senin (9/1/2017) siang.
Demonstrasi yang menyikapi kenaikan beberapa biaya seperti, STNK, BPKB mobil, motor dan juga kenaikan BBM ini sempat membuat kedua arus Jl Urip Sumoharjo terjadi kepadatan.
Namun LMND Sulsel tetap melakukan aksi. Menurut mereka, di awal tahun ini pemerintah Indonesia mulai membuat aturan yang tidak pro terhadap rakyat, bahkan mengancam kesejahteraan.
"Kita seperti dibuat kejutan dan kado istimewa dari pemerintah soal kenaikan biaya, ini adalah ancaman demokrasi dan mencambuk rakyat indonesia," ujar ketua LMND Sulsel, Ahmad Kaimudin.
Lanjutnya, Pemerintahan Jokowi-Jk yang mengeluarkan kebijakan menaikan 300 % biaya pengurusan administrasi BPKB dan STNK, tarif listrik, menaikan harga BBM dan kenaikan harga bahan pokok.
Aksi tersebut, massa LMND juga bawa sebuah miniatur keranda mayat dan juga spanduk berukuran besar menuliskam tuntutan aksi mereka mengenai isu-isu yang sedang hangat didiskusikan.
"Tentunya ini tidak akan kami biarkan berkecamuk dan menjamur pada rakyat indonesia terkhusus sulawesi selatan, ini akan kami kawal. Sesungguhnya terlalu berlebihan aturan pemerintah," jelasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/massa-dari-liga-mahasiswa_20170109_190941.jpg)