Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ini 10 Kutipan Terbaik Dari Presiden Jokowi

Untuk jadi maju memang banyak tantangan dan hambatan. Kecewa semenit dua menit boleh, tetapi setelah itu harus bangkit lagi

Editor: Anita Kusuma Wardana
AGUS SUPARTO
Presiden RI, Joko Widodo saat menikmati matahari terbit di Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, Jumat (1/1/2015). 

TRIBUN-TIMUR.COM-Seorang pemimpin dapat menginspirasi rakyatnya dengan berbagai hal seperti perbuatan dan perkataan. Berikut adalah 10 kutipan terbaik Jokowi sejak dia menjabad Wali Kota Solo, Gubernur DKI sampai Presiden RI.

Sekitar dua tahun Joko Widodo atau Jokowi memimpin bangsa Indonesia. Banyak pula pernyataan-pernyataannya yang menarik dan inspiratif. Berikut 10 kutipan terbaik Jokowi sejak ia menjabat sebagai Wali Kota Solo, Gubernur DKI sampai menjadi Presiden RI.

1. ”Kerjakan dengan bahasa cinta, karena itu yang diinginkan setiap orang terhadap dirinya, cinta akan membawa pertanggungjawaban, masyarakat akan disiplin sendiri jika ia sudah mengenal bagaimana ia mencintai dirinya, lingkungan dan Tuhan."

Saat menjadi Wali Kota Surakarta (2005-2012), Jokowi sempat mengganti Kepala Satpol PP karena meminta sebuah pistol sesuai perintah pemberian senjata oleh Kementerian Dalam Negeri. Dengan amarah, Jokowi langsung menggebrak meja.

“Gila apa aku menembaki rakyatkyu sendiri, memukuli rakyatku sendiri...keluar kamu...!!,” tutur Jokowi yang langsung memecatnya. Setelah itu Kepala Satpol PP diganti dengan seorang wanita dan Jokowi memberikan pesan berupa kutipan ini kepadanya.

2. "Untuk jadi maju memang banyak tantangan dan hambatan. Kecewa semenit dua menit boleh, tetapi setelah itu harus bangkit lagi,"

Kutipan ini diberikan Jokowi saat memberikan motivasi kepada siswa SMKN 2 di Solo setelah tidak lolosnya uji emisi mobil Esemka Rajawali. Disampaikan pada tahun 2012, ia memberikan dorongan agar siswa dapat tetap semangat dan memperbaiki diri.

3. "Saya disuruh bekerja, ya kerja. Mau dinilai jelek, terserah yang menilai."

Saat mencalonkan diri untuk Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sempat berkunjung ke warteg Sunda Kelapa untuk makan. Saat itu ia hanya memakan lauk berupa tempe goreng dan terong tetapi membayar sebesar Rp400.000 untuk seluruh pengunjung warteg itu.

Dalam sesi kunjungan ini, Jokowi mengatakan bahwa kehidupannya selalu melibatkan kunjungan masyarakat bawah untuk menanyakan berbagai permasalahan sehingga dapat dicarikan solusi. Ia juga mengatakan, saat kita bekerja harus melakukannya dengan sepenuh hati. Kemudian ia menyampaikan kutipan ini.

4. “Membacalah dan bangsa ini akan terhindar dari buta karena ketidaktahuan.”

Sejak menjadi Gubernur DKI, Jokowi sering kali membagikan buku tulis kepada anak-anak. Saat menjadi Presiden ia membawa sebanyak 2.000 hingga 3.000 buku tulis di mobil RI-1 yang dibagikan saat keliling berbagai daerah di Tanah Air.

Di sampul buku atau di dalamnya terdapat kata mutiara yang ia buat sendiri, salah satunya adalah kutipan ini. Ada juga kata-kata unik bergaya pantun seperti “Beli duku sama Bang Muin, sekolah dulu baru main.”

5. “Setiap hari setiap saat itu pasti ada aspirasi dari rakyat, dari bawah. Ada kebutuhan dari bawah, yang kalau kita hanya duduk di kantor enggak akan ketangkap seperti itu."

Jokowi dikenal dengan gaya terjun langsung ke lapangan, tanpa pengawalan ketat, dan merakyat. Itu dia lakukan sejak menjadi Wali Kota. Gaya ini populer dengan istilah “blusukan”. Kutipan ini diambil saat dia diwawancarai terkait cara kerjanya pada tahun 2012 di Balai Kota, DKI Jakarta.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved