Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

69 Bencana Terjadi di Enrekang Selama 2016

Menurutnya, dari 69 bencana yang terjadi yang paling banyak adalah adalah bencana longsor.

Penulis: Muh. Asiz Albar | Editor: Imam Wahyudi
Muh Azis Albar/Tribunenrekang.com
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Enrekang, Sutrisno 

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG -  Selama tahun 2016 ada 69 kasus bencana yang terjadi di Kabupaten Enrekang.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Enrekang, Sutrisno, kepada tribunenrekang.com, Senin (2/2/2017).

Menurutnya, dari 69 bencana yang terjadi yang paling banyak adalah adalah bencana longsor.

"69 bencana, paling banyak tanah longsor ada 36 kali terjadi, selebihnya ada banjir bandang, kebakaran, pohon tumbang dan angin kencang itu merata disetiap kecamatan," kata Sutrisno.

"Dari semua bencana yang terjadi itu, alhamdulillah tidak ada korban jiwa," ujar Sutrisno.

Dia menjelaskan, banyaknya longsor yang terjadi karena hutan yang mulai berkurang dan gunung mulai gundul karena pembukaan lahan pertanian secara massif.

"Pembukaan lahan yang massif oleh warga sangat berpengaruh, apalagi yang ditanam adalah tanaman jangka pendek, sehingga sangat riskan terjadi bencana," ucap Sutrisno.

Dia berharap kesadaran masyarakat, agar pembukaan lahan bisa dikendalikan sehingga Enrekang bisa terhindar dari bencana jangka panjang.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved