Ketahuan dan Diberitakan, ‘Wartawati Gadungan’ Berlogat Makassar Minta Maaf
Fotografer Tribunnews bersama beberapa wartawan dan forografer lain, termasuk reporter dan videografer Tribunnews, berupaya mengejarnya.
Dia mengatakan,“mengaku-ngaku” wartawan Tribun Timur “cabang” Jakarta sejak tahun lalu.
“Tahun lalu. Saya diminta Anita, dulu sama-sama aktivis di Fakultas Ekonomi UMI (Universitas Muslim Indonesia). Dia juga bilang dulu kerja di Tribun, tapi sudah dipecat. Tapi sekarang nomor HP-nya tak pernah aktif lagi, saya kontak-kontak,” katanya.
Jumadi juga menegaskan, tak ada wartawati Tribun bernama Anita dari Fakultas Ekonomi UMI dan dipecat.
Pondok Kopi
Melalui sambungan telepon langsung dan percakapan instant di WhatsApp, Rosalinda mengaku, menetap di sebuah rumah sederhana kawasan Pondok Kopi, Jakarta Timur, Jakarta.
Dia juga mengaku alumnus Fakultas Ekonomi UMI Makassar.
“Saya angkatan 97 Pak,” ujarnya.
Sebelum ke Jakarta, di Makassar, dia tak punya pekerjaan tetap, dan pernah menjadi pedagang koran.
"Jual koran, sambil tulis-tulis berita juga kasihan,” katanya.
Secara samar-samar, dia menyebut beberapa nama penerbitan lokal dan media start up online.
“Saya juga aktif di IWSS di Jakarta,” katanya.
IWSS adalah paguyuban kedaerahan yang menghimpun wanita pengusaha, karier, organisatoris asal Sulawesi Selatan di Jakarta dan sejumlah provinsi di luar Sulsel.
Aktivitas Rosalinda di IWSS sebelumnya juga disebutkan oleh A Lolo, pria berlogat Makassar yang mengaku mengenal dekat Rosalinda.
“Dia sudah saya nasehati, kenapa bawa nama Tribun Timur kalau meliput,” kata Lolo, Wakil Ketua Forum Wartawan Hiburan Indonesia.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS) Nurwasieh Aziz, kepada Tribun, juga mengkonfirmasikan tak ada pengurus atau anggotanya yang bernama Rosalinda Karim.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/id-card-asli-dan-palsu_20161229_215120.jpg)