Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Diduga Sembunyikan Surat Suara, Tim P4KD Desa Parigi Didemo

Kondisi yang tidak kondusif ini sudah terjadi sejak kemarin Kamis (15/12) malam hingga hari ini.

Penulis: Waode Nurmin | Editor: Ina Maharani
int
www.tribun-timur.com 

Laporan Wartawan Tribun Timur Wa Ode Nurmin

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA- Puluhan massa dari tim salah satu calon kepala desa di Desa Parigi, Kecamatan Tinggimoncong, berunjuk rasa sebagai penolakan atas hasil pemilihan kepala desa (Pilkades) di desa tersebut, Sabtu (17/12).

Masyarakat ini menduga ada kecurangan yang dilakukan tim Panitia Pencalonan Pemilihan Pelantikan dan Pemberhentian (P4KD) Desa Parigi.

"Surat suara yang tidak terpakai yang dihitung panitia berbeda jumlahnya dengan yang kami hitung ulang. Panitia mengatakan jumlahnya 917 tapi setelah kami hitung hanya 907. Itu sisanya dikemanakan. Makanya saya lakukan aksi didepan kantor desa untuk menolak hasil perhitungan akhir, " kata tim salah seorang cakades, Muhammad Ilham Syam kepada tribun.

Kondisi yang tidak kondusif ini sudah terjadi sejak kemarin Kamis (15/12/2016) malam hingga hari ini.

Pemilihan ini membuat cakades nomor urut 3, Siti Aida Yahya memperoleh suara terbanyak 1.190. Lalu nomor urut 1 Syamsu Alam Daeng Jalling 1.125 suara dan nomor urut 2 Mustari Najir 505 suara.

Jumlah DPT Desa Parigi yakni 3.666. Surat suara yang ada berjumlah 3.739 lembar. Surat suara tidak terpakai atau rusak tiga lembar.

"Kalau dijumlahkan jumlah suara yang terpakai dan tidak itu lebih dari 917. Tapi kenapa setelah kami hitung ulang sisa 907. Makanya kami pikir tidak wajar. Jadi saya desak panitia untuk membuat surat pernyataan kalau bekerja dengan lalai dan tidak netral," ujar Ilham yang juga anak cakades nomor urut 1.

Sementara itu Desa Panciro, Kecamatan Barombong, terpaksa menggelar pemilu ulang, Jumat (16/12) kemarin.

Hal itu disebabkan adanya dugaan kecurangan yang dilakukan panitia dengan cara memberi tanda pada surat undangan.

Kuat dugaan tanda sobekan dan guntingan itu sengaja dilakukan panitia untuk memilih salah satu calon.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved