Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Gowa Jadi Kabupaten Gemar Membaca

Keinginan lainnya, diharapkan 10 tahun yang akan datang Gowa harus tampil sejajar dengan daerah-deerah maju lainnya terutama dalam hal tingkat membaca

Penulis: Waode Nurmin | Editor: Anita Kusuma Wardana
HANDOVER
Perwakilan Direktorat Jenderal Pembinaan pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan Paud dan Dikmas Kemendikbud, Hamka Hamzah (baju batik) menyerahkan bantuan buku kepada pemilik Kampung Literasi Borongtala, Darmawan Denassa yang juga pemilik Rumah Hijau Denassa. 

Laporan Wartawan Tribun Timur Wa Ode Nurmin

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA-  Setelah melaunching program Gowa sebagai Kabupaten Pendidikan, tetangga Kota Makassar ini juga mencanangkan diri sebagai Kabupaten Gemar Membaca.

Hal ini ditandai dengan hadirnya Kampung Literasi Borongtala, yang pertama di Sulsel, Senin (12/12/2016).

Sekretaris Daerah Gowa, Muchlis,  yang hadir sebagai narasumber sekaligus meresmikan Kampung Literasi Borongtala, di Kawasan Rumah Hijau Denassa (RHD) Kelurahan Tamalayyang, Kecamatan Bontonompo, mengatakan sebagai daerah satu-satunya yang dijadikan lokasi belajar Literasi, Gowa juga akan dijadikan sebagai kabupaten Gemar Membaca.

"Jadi dengan hadirnya Kampung Literasi ini di Gowa, kita bentuk Gowa sebagai daerah Gemar Membaca. Saat ini mungkin kampung Literasi masih dimulai dari kampung, nantinya akan berkembang ke semua sekolah," katanya dihadapan para pembina Paud dan sejumlah perwakilan Direktorat Jenderal Pembinaan pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan Paud dan Dikmas Kemendikbud dan anak-anak Komunitas Membaca Rumah Hijau Denassa (RHD).

Keinginan lainnya, diharapkan 10 tahun yang akan datang Gowa harus tampil sejajar dengan daerah-deerah maju lainnya terutama dalam hal tingkat membacanya.

Untuk mendukung tercapainya,  kampung literasi sendiri akan dibentuk di setiap sekolah hingga berkembang ke kecamatan- kecamatan.

Pemerintah pun nantinya akan menyiapkan anggaran khusus dalam APBD ataupun dana bantuan dari program CSR.

Data statistik UNESCO pada 2012 juga menyebutkan indeks minat baca di Indonesia baru mencapai 0,001. Artinya, dari 1.000 penduduk, hanya satu warga yang tertarik untuk membaca.

Menurut indeks pembangunan pendidikan UNESCO ini, Indonesia berada di nomor 69 dari 127 negara. Dengan demikian, rata-rata secara nasional setiap individu tidak sampai satu judul buku perorang pertahun yang dibaca.

Perwakilan Direktorat Jenderal Pembinaan pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan Paud dan Dikmas Kemendikbud, Hamka Hamzah, juga menjelaskan jika program Kampung Literasi ini adalah program Kementerian Pendidikan dan Budaya yang juga dicanangkan di 31 provinsi di Indonesia.

"Dan memang salah satu program pokok dari empat program untuk mengentaskan buta huruf atau pendidikan Keaksaraan," ujarnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved