Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Jemput Tahanan Narkoba di Tarakan, Tim Polres Parepare Diserang Puluhan Napi

Napi tersebut diduga merupakan jaringan dari sejumlah pengiriman sabu antara Lapas yang masuk lewat Pelabuhan Nusantara Parepare.

Penulis: Mulyadi | Editor: Suryana Anas
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Aparat Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulsel menunjukkan barang bukti dan Tersangka hasil penangkapan penyelundupan sabu-sabu melalui Pelabuhan Nusantara Parepare di Mapolda Sulselbar, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (15/8/2016). Barang bukti sabu-sabu itu berasal dari dua pengungkapan penyelundupan narkoba oleh Polres Parepare dengan total barang bukti sabu seberat 10 kilogram berasal dari Nunukan dan Tarakan dari 17 tersangka yang kesemuanya merupakan jaringan internasional. TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Mulyadi

TRIBUN-TIMUR.COM, PAREPARE -Tim Satuan Reserse Narkoba (Satnarkoba) Kepolisian Resort (Polres) Parepare diamuk warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tarakan, Kalimantan Utara.

Hal ini terjadi saat hendak melakukan penjemputan salah satu narapidana yang terindikasi terlibat dalam jaringan narkoba jenis sabu yang berhasil digagalkan saat tiba di Kota Parepare.

Tim dari Satnarkoba Parepare yang turun ke Tarakan dan dibantu Polres Tarakan mendapat perlawanan dari warga binaan yang mengamuk dan menjembol pintu pengaman Lapas ketika Faedah alias Peda narapidana di Lapas tersebut hendak dibawa keluar.

"Kami lakukan penjemputan terhap sala satu warga binaan karena tidak terima rekannya dipindahkan, warna binaan lainnya mengamuk dan menjembol pintu pengaman Lapas Tarakan," ujar Kasat Narkoba Polres Parepare, AKP Dody, Kamis (8/12/2016).

Pihaknya kemudian keluar dan berkoordinasi dengan Polres Tarakan dan meminta bantuan pengamanan dari Brimob Detasemen C Polda Kalimantan Timur.

"Aparat brimob bersenjata kemudian tiba di lokasi kejadian bersama anggota Polres Tarakan untuk melakukan pengamanan," ujar Dody

Saat kejadian tersebut, sekitar 80 warga binaan menolak rekannya dipindahkan kemudian melempari Brimob yang ingin masuk lewat pintu belakang. Personil pun ditarik kembali ke pintu depan.

"Saat personil brimob tiba dilokasi warga binaan justru tambah melakukan perlawanan kepada petugas dan merusak sejumlah fasilitas Lapas,"ujarnya.

Narapidana yang dijemput di Lapas Tarakan diduga merupakan jaringan dari sejumlah pengiriman sabu antara Lapas yang masuk lewat Pelabuhan Nusantara Parepare.

Di antaranya 1 kilo pesanan yang akan dimasukkan di Lapas Parepare dan pengiriman sebelumnya pesana dari dalam Lapas Bolangi, Gowa.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved