300 Ibu Hamil Ikut Kampanye Sehat Dinkes Makassar
Dalam pemaparannya, dr Retno menyarankan kepada para ibu hamil untuk ikut dalam program pemerintah, yakni tak lain adalah melaksanakan program KB.
Penulis: Saldy Irawan | Editor: Ina Maharani
Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy
TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Sebanyak 300 Ibu hamil ikut kampanye kesehatan yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Makassar bekerjasama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Makassar.
Kampanye Ibu Hamil untuk kesehatan ini berlangsung di kediaman pribadi Wali Kota Makassar Danny Pomanto, Jl Amirullah, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Senin (28/11/2016).
Kadis Kesehatan Makassar dr Naisyah Tun Azikin mengatakan kegiatan yang dilaksanakan ini bertujuan untuk mengedukasi para Ibu hamil di Kota Makassar, bagaimana gaya dan cara hidup sehat selama hamil dan setelah melahirkan buah hatinya.
Menurutnya hal ini sangat penting dilakukan, pasalnya dengan hidup sehat atau paham akan nilai kesehatan proses kehamilan ibu hamil diyakini berjalan dengan lancar.
"Ibu hamil kan sangat rentan, olehnya itu kami selaku pemerintah hadir ditengah mereka untuk memberikan pencerahan," kata dr Naisyah.
Salah satu gaya hidup sehat kata Naisyah adalah, mengkonsumsi makanan yang berprotein seperti makan buah, sayuran, nasi secukupnya, dan banyak mengkonsumsi air mineral.
Sekadar diketahui, ibu hamil ini didatangkan langsung oleh bidan pendamping yang ada di 46 Puskesmas di 14 Kecamatan di Kota Makassar.
Didalam kampaye ini, panitia juga mengadakan senam sehat ibu hamil yang diiringi dengan lagu "Bunda" (dipopulerkan Melly Goeslaw).
Sementara itu, hadir sebagai pemateri dalam kampanye ini yakni dr Retno Budiarti Farid, spesialis kandungan.
Dalam pemaparannya, dr Retno menyarankan kepada para ibu hamil untuk ikut dalam program pemerintah, yakni tak lain adalah melaksanakan program KB.
Menurutnya, sangat repotnya seorang ibu ketika memiliki anak yang belum cukup setahun sudah kembali hamil.
Banyak dampak negatif yang tentunya dirasakan oleh ibu dan anaknya, dianyaranya yakni tidak adanya sentuhan kasih sayang yang lebih, dan tidak mendapatkan asi ekslusif.
"Pemerintah tidak melarang itu, tapi dibalik program KB ada nilai kesehatan untuk menumbuh kembangkan anak secara sehat dan berkasih sayang," katanya.
Olehnya itu, besar harapannya para ibu hamil aktif melakukan konsultasi kepada bidan yang bertugas di kelurahan, agar mendapat pemahaman tentang kehidupan berumah tangga yang sehat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/ibu-hamil-ikut-kampanye-kesehatan_20161128_235943.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/ikut-kampanye-kesehatan-yang-diselenggarakan_20161129_000144.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/kadis-kesehatan-makassar-dr-naisyah-tun-azikin_20161128_171751.jpg)